
NUSANEWS - Kebijakan bebas visa dirasa memberatkan pihak keimigrasian. Sebab, sejak berlaku pada 10 Maret 2016, arus masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia membludak.
"Sejak diberlakukan kebijakan bebas visa ini selama 30 hari ke Indonesia pasti menjadi beban berat buat kita. Otomatis berat dikarenakan lebih banyak lagi orang asing masuk Indonesia," ungkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Tato Juliadin Hidayawan dalam sebuah diskusi bertajuk Menakar Penyalahgunaan Izin Imigrasi Terhadap Ketahanan Nasional di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/12).
Dia mengatakan bahwa dengan kebijakan bebas visa, orang asing ke Indonesia asal masuk tanpa melalui filterisasi.
"Bebas visa kan, ujug-ujug orang bawa paspor, bawa tiket masuk ke Indonesia. Kita nggak tau siapa dia," sebutnya.
Sementara, sebelum diberlakukannya kebijakan bebas visa ke 169 negara, para WNA harus melalui sejumlah tahapan untuk masuk ke Indonesia.
Misalnya, mereka harus mengajukan surat permohonan ke direktorat imigrasi. Di sana, petugas mengecek siapa sponsor maupun warga negara asing yang akan datang ke Indonesua.
Lalu, dikirim lagi ke kedutaan besar Indonesia di negara tempat WNA itu berasal untuk mengeluarkan visanya.
"Dari sana dicek lagi, bener apa enggak orang asing ini, kayak gimana, backgroundnya bagaimana, cakep, ya sudah dikasih visa masuk Indonesia," jelas Tato.
Kendati dirasa berat, Tato mengatakan bahwa pihaknya tetap bisa mengatasi pengawasan terhadap WNA di Indonesia.
Di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat sendiri, pihaknya mengatur strategi dengan membentuk sejumlah unit pengawasan yang terdiri dari tiga orang.
"Berat kan dalam arti kata tidak langsung putus asa. Kita harus atur strategi dalam arti bikin beberapa unit pengawasan oramg asing di lapangan. Kita hampir setiap hari turun ke lapangan," tuturnya.
Akan tetapi, dia berharap agar adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan pengawasan WNA. Khsusunya di lapangan.
"Kita turun cuma tiga unit, satu unit tiga orang. Artinya sembilan orang. Idealnya kalau tim buser, ditambah sembilan lagi. 19-20 orang, itu baru cakep," pungkas Tato. (jpg)

