logo
×

Sabtu, 17 Desember 2016

Jadi Gubernur, Ahok Dapat Jatah Dana Operasional Rp2 Miliar

Jadi Gubernur, Ahok Dapat Jatah Dana Operasional Rp2 Miliar

NUSANEWS - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, ia mendapatkan dana opersional sebesar Rp2 miliar saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia mengaku, uang sebesar itu selama ini digunakan untuk membantu masyarakat dan menjalankan operasional sebagai Gubernur. "Saya sendiri pegang Rp2 miliar lebih. Kita pakai ini buat ini. Ada ijazah-ijazah yang nyangkut. Kirim-kirim bunga, undangan, bantuan orang miskin. Semua saya transfer," kata Ahok di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara, Sabtu 17 Desember 2016.

Ia mengklaim, selama ini dana tersebut digunakan secara transparan. Bahkan, dia sudah diperiksa saat menyampaikan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara. Tak hanya itu, selama menjabat sebagai Gubernur, tidak ada uang tunai di brankas di kantornya.

"Jadi yang ada di bank, saya kira ditransfer ke saya. Kirim ke siapa, bantuan siapa, enggak ada tunai. Enggak ada brankas di kantor saya. Kalau kamu lihat, mungkin semua kantor kepala daerah ada brankasnya. Saya tidak ada brankas. Karena semua dana ditransfer. Tulis cek semua. Jadi kamu bisa telusuri uang operasional tiap bulan habis untuk apa," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, dari dana tersebut pun tak sembarangan membantu masyarakat yang kurang mampu. "Saya juga kasih bantuan tidak sembarangan. Kasih bantuan yang mendidik. Kan ada orang yang kasih orang nawar-nawarin supaya populer. Kalau saya enggak. Kamu ajuin proposal enggak bener, enggak ada bantuan," ucapnya.

Jika nantinya dana operasional tersebut masih tersisa waktu akhir tahun, mantan Bupati Belitung Timur ini menuturkan  akan mengembalikan ke kas daerah. "Makanya kalau akhir tahun ada sisa uang operasional, saya kembalikan ke kas daerah. Jadi enggak sembarangan bagi-bagi, enggak bisa." (vv)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: