
NUSANEWS - Penampilan Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dalam debat pilkada DKI Jakarta, Jumat malam (13/1) menjawab keragu-raguan banyak kalangan mengenai kemampuannya berdialog dengan kandidat lain.
AHY atau si anak ingusan, kata Andi Arief, mampu menciptakan gelombang histeria yang tidak kecil. Dibandingkan dengan tiga senior, Megawati, SBY dan Jokowi, gelombang histeria yang dihasilkan AHY jauh lebih besar, dan ini merupakan modal yang sulit dikalahkan.
Begitu dikatakan Andi Arief dalam perbincangan Sabtu pagi (14/1).
"Rasanya akan sulit mengalahkan paslon yang intensif bertemu rakyat, menyapa, bersalaman, menangkap dan mencatat apa yang menjadi persoalan, kadang ditambah selfie dengan jumlah besar hingga ribuan orang merata di setiap kampung," jelas Andi Arief.
"Saya juga tidak mengerti mengapa ada histeria pada anak ingusan itu, yang tidak saya temuai pada Megawati, SBY dan Jokowi sebelumnya," sambungnya.
Menurut mantan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana itu, meski tidak bisa disebut sangat baik, namun penampilan AHY sebagai new comer dalam debat tadi malam sudah lebih dari cukup.
"Strategi atas bawah apakah akan menyambung. Politik itu intinya cuma menyambungkan persoalan kerja atas bawah," kata Andi Arief lagi.
Dan untuk urusan itu, AHY tampaknya unggul. (rmol)

