
IDNUSA - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melarang masuknya imigran dari tujuh negara berpenduduk muslim akan membawa negeri Paman Sam itu ke zaman kegelapan.
Sebab, kebijakan tersebut akan menimbulkan intoleransi di seluruh dunia. "Kebijakan melarang imigran Islam masuk ke Amerika akan membawa negara tersebut ke zaman kegelapan," ujar Dahnil Simanjutak saat dihubungi TeropongSenayan, di Jakarta, Senin (30/1/2017).
Selain itu, kebijakan tersebut juga bertentangan dengan konstitusi Amerika Serikat. Menurut Dahnil, konstitusi Amerika Serikat menjunjung tinggi kebebasan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Untuk itu, ia mendukung rencana umat Islam di Amerika Serikat melakukan aksi protes. Namun, ia mengingatkan agar aksi-aksi tersebut tetap dalam koridor konstitusi.
"Kita umat Islam di Indonesia mendukung aksi penolakan umat Islam di Amerika Serikat tetapi harus dengan cara-cara konstitusional," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam draf perintah eksekutif Trump yang dirilis oleh Washington Post, ketujuh negara yang dilarang masuk ke Amerika Serikat adalah Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman. Dokumen itu memaparkan bahwa Gedung Putih akan memberikan Kementerian Pertahanan waktu 90 hari untuk menyusun rencana pembentukan 'zona aman' di Suriah. Langkah ini dilakukan agar warga yang ingin kabur dari perang sipil tak perlu menjadi imigran di negara lain.
Selain itu, Trump juga memerintahkan pengawasan pergerakan warga negara Amerika Serikat yang beragama Islam. (ts)

