
IDNUSA - Indonesia sebaiknya mengoptimalkan kekuatan pasar dalam negeri dan potensi di kawasan asia tenggara alias ASEAN yang sampai sekarang belum digarap dengan serius.
Begitu dikatakan Ketua DPR RI, Setya Novanto, dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Minggu malam (29/1).
Pernyataan ini sekaligus menanggapi keinginan pemerintah untuk membatalkan keikutsertaan dalam kerjasama perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP). Novanto merasa keinginan tersebut patut didukung.
“Pasar ASEAN belum dioptimalkan, baru tergarap sekitar 25 persen,” jelasnya.
Novanto menambahkan, berbagai kelemahan perlu terus diperbaiki, seperti iklim investasi, kepastian hukum serta stabilitas politik dan keamanan.
“Demontrasi yang belakangan sering terjadi juga dapat mengganggu iklim investasi, sehingga mempengaruhi masuknya modal asing ke dalam negeri,” tandas Ketua Umum DPP Golkar ini. (ps)

