
IDNUSA - Program One Kecamatan, One Center of Enterpreneurship (OK OCE) yang dicanangkan pasangan calon Gubernur DKI Anies-Sandi tidak akan memerlukan APBD untuk permodalan UMKM.
Pasalnya, permodalan itu bisa dihadirkan melalui instusi yang sudah ada seperti lembaga keuangan syariah yang sudah siap memberikan modal bagi pelaku usaha.
"Mereka hanya memerlukan pendampingan, pelatih dan mentoring. Kita sudah bisa lihat 3300 UMKM OK OCE yang sudah bisa ciptakan lapangan pekerjaan menggerakan ekonomi dalam pembangunan ekonomi di Jakarta," tutur Sandi Di GOR Grogol di Jalan Nurdin 1, Grogrol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (29/1/2017).
Master Business Of Administration ini mengakui, modal yang dibutuhkan dari para UMKM sebesar 5 juta hingga 15 juta. Namun, kata dia, untuk pelaku usaha yang berbasis teknologi bisa membutuhkan modal yang cukup besar yakni berkisar 300 juta.
"Rata-rata pendapatan mereka (UMKM) per bulan mencapai 7-8 juta. Untuk data mereka (pelaku UMKM) nanti akan kita akses melalui clock yang kita ciptakan melalui sosial media kita, Jakarta Maju Bersama," terang Sandi.
Bahkan, tambah dia, sebuah data base sudah dipegang olehnya untuk dijadian acuan dalam pemberian modal usaha dan memberikan pelatihan melalui program OK OCE.
"Dan kita punya data Base, siapa saja lokasinya di mana dan usahanya apa nantinya kita bisa bersilahturahmi, karena disitulah jaringan, skill dan permodalan yang kita tawarkan diprogram OK OCE," tutup mantan Ketum HIPMI itu. (ts)

