logo
×

Minggu, 29 Januari 2017

Simak 'Jatuh Bangun' Chappy Hakim Selama Pimpin Freeport Setelah 11 Tahun Pensiun

Simak 'Jatuh Bangun' Chappy Hakim Selama Pimpin Freeport Setelah 11 Tahun Pensiun

IDNUSA - Saat membawakan kuliah umum di Gedung Pascasarjana FEB Universitas Indonesia, Depok, Jumat (27/1/2017), Chappy Hakim, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sembat berbagi pengalamannya selama memimpin PT Freeport Indonesia.

Ia mengaku sempat bimbang saat dirinya ditawarkan menjadi Presdir perusahaan tambang asal Negeri Paman Sam itu. Pertimbangan yang berkecamuk dalam pikirannya sangat beragam. Salah satunya, tawaran itu datang setelah selama 11 tahun menikmati masa pensiunnya.

"99% Orang Yang Tidak Tahu Freeport, Pasti Bilangnya Freeport ini Negatif"
"Saya mengambil keputusan ini hampir satu tahun sejak saya diminta. Banyak hal yang jadi pertimbangan saya untuk menjawab tantangan ini. Saya sudah 11 tahun pensiun.

Selama itu saya punya kegiatan sendiri, saya ada di sana sini, menulis dan sebagainya," kata Chappy.

Setelah dipertimbangkan secara matang, aku Chappy, ia pun menerima tawaran itu. Baginya, posisi sebagai Presdir adalah unik. Dengan posisi itu, dia harus berupaya untuk membawa keuntungan yang setara, baik yang didapat oleh negara, maupun pihak PT Freeport sendiri.

"Tantangan ini adalah satu tantangan yang sangat unik. Saya dapat posisi yang sangat luar biasa, diangkat mengisi posisi untuk sesuatu yang sangat luar biasa," ungkap mantan petinggi TNI Angkatan Udara ini.

Pilihan untuk menerima tawaran itu pun dijelaskan kepada istrinya. Kepada sang istri, ia menjelaskan latar belakang dan berbagai pertimbangan yang dipikirkannya hingga memilih untuk menerima tawaran itu.

"Saya akhirnya berhasil yakinkan istri saya, meskipun akhirnya saya harus sibuk-sibuk lagi. Saya tidak berasumsi bahwa saya jadi berhasil dan sukses. Paling tidak dalam rentang waktu my own lifetime, saya bisa berkontribusi sesuatu ke Ibu Pertiwi (Indonesia)," ungkap Chappy.

Chappy memastikan, ia akan menyatakan mundur jika di bawah kepemimpinannya PTFI melakukan upaya-upaya yang merugikan negara.

"Jadi apabila ada kecurigaan bahwa keberadaan PT Freeport Indonesia merugikan, maka silahkan serahkan data-data yang akurat ke saya. Kalau memang benar-benar terbukti, saya akan jadi yang paling depan untuk resign," tegas Chappy. (jn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: