logo
×

Jumat, 03 Februari 2017

Dilecehkan, Sandiaga Uno Minta Relawan Untuk Bersabar

Dilecehkan, Sandiaga Uno Minta Relawan Untuk Bersabar

IDNUSA -  Program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) yang digagas pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno disambut ramai warga Ibukota.

Tidak terkecuali lewat media sosial, beragam foto, video ataupun artikel terkait OK OCE maupun sosok Sandi, sang penggagas OK OCE ramai disebarluaskan.

Namun, viralnya OK OCE rupanya dimanfaatkan juga oleh kalangan haters Paslon nomor tiga itu, beragam sindiran dikemas dalam cuitan ataupun foto meme untuk mengaburkan misi OK OCE.

Seperti Rudi Malinka dalam akun Twitter @kurawa, dirinya menuliskan status bernada miring menanggapi kalimat penutup Sandi yang menyebutkan OK OCE dalam Pernyataannya dalam Debat Kandidat Pilkada DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (27/1) lalu
'Pernyataan penutup nomor 3: oh my gosh.. OK OC maningg... OK OC, OK OC OK OC, OK OC kaligis ...' tulis Rudi Malinka yang diketahui merupakan pendukung Basuki Tjahaja Purnama.
Tidak hanya itu, Nong Darol Mahmadah dalam akun Twitter @nongandah juga menyindir Sandi lewat Meme yang dibuatnya.

Perempuan yang juga diketahui merupakan pendukung Petahana Gubernur itu merekayasa foto Sandi ketika menghadiri Debat Kandidat Pilkada DKI Jakarta.

Nong Darol Mahmadah menambahkan sepasang tangan, yakni sebuah tangan kanan yang terlihat menunjukkan jari simbol kata OK dan sebuah tangan kiri dengan posisi jari menunjuk.

Kedua tangan itu ditempatkan persis dihadapan Sandi dengan posisi telunjuk tangan kiri dimasukkan ke dalam lingkaran simbol OK tangan kanan yang menganalogikan perilaku tidak senonoh.

Aksi yang dianggap para relawan Anies-Sandi sebagai bentuk pelecehan itu segera dibalas dengan beragam komentar miring serta meme balasan.

Seperti meme yang berisi foto Nong Darol Mahmadah dengan sebuah pantun, 'Buah belewah dimakan tongkol, Memang @nongandah harus diborgol'.

Menanggapi hal tersebut, Sandi mengaku kecewa dengan beredarnya meme tersebut.

Sebab, walau diakuinya tidak sedikit meme negatif mengenainya muncul dan beredar luas di dunia maya,  menurutnya meme yang pertama kali diunggah oleh @nongandah itu sangat tidak pantas.

"Kemarin yang memberi kabar itu anak saya yang kedua (Amyra Atheefa Uno) dan itu sangat tidak pantas. Tim hukum sudah memberitahukan kepada saya bahwa sudah terpenuhi aspek pidana hukumnya dan layak dilaporkan ke polisi. Malah ada beberapa relawan yang mau melaporkan ke polisi, orangnya ternyata juga sudah bisa diidentifikasi," ungkapnya.

"Saya bilang, mestinya publik sudah lebih cerdas menilai mana yang bisa diterima mana yang dianggap sebagai pelecehan. Saya bilang kalau ada kasus hukum akan memperkeruh suasana, tapi ada beberapa relawan mengatakan sudah keterlaluan," jelasnya menambahkan.

Penilaian para relawan katanya menyinggung nama baik Sandi, demokrasi yang sejuk dan mempersatukan masyarakat. Bukan menciptakan konflik dan memperkeruh iklim Pilkada DKI Jakarta menjadi panas.

"Penilaian para relawan itu ada beberapa, satu (karena) sudah mencemarkan nama baik saya, imej kita yang sejuk, imej kita yang ingin demokrasi bisa mempersatukan tapi terus diserang seperti itu. Saya pribadi tidak mendukung rencana pelaporan ke polisi, tim hukum (sekarang) lagi mengkaji langkahnya bagaimana," ujarnya. (tn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: