IDNUSA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan hasil pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 29 Kalibata Jakarta Selatan dan di TPS 01 Utan Kayu Kemayoran Jakarta Utara yang dimenangkan oleh Pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, telah mengidentifikasikan dua hal penting.
"Yang pertama, kita bisa paham siapa yang sebenarnya curang pada pemilihan awal tanggal 15 Februari lalu. Dan yang kedua, kita bisa menyimpulkan bahwa dukungan arus bawah pro AHY akan beralih ke Anies-Sandi pada putaran kedua," ujarnya di Jakarta, Senin (20/2).
Dasco mengungkapkan bahwa elit-elit partai pengusung paslon nomor urut satu dan paslon nomor urut tiga saat ini sedang melakukan sinkronisasi untuk mencari format terbaik pada putaran kedua.
"Kami menyerukan kepada massa arus bawah untuk tidak menunggu proses sinkronisasi tersebut selesai, namun agar segera mulai kerja-kerja konsolidasi untuk mengalahkan lawan," tuturnya.
Pria yang juga wakil Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan apabila belajar dari putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, bahaya laten kecurangan Pilgub kali ini adalah migrasi pemilih yang rentan disusupi pemilih siluman dan politik uang berupa suap pada pemilih.
"Untuk itu rakyat harus mulai tancap gas mengantisipasi kecurangan dengan membentuk satuan-satuan relawan pengawas TPS. Tugas utama relawan pengawas TPS tersebut adalah mengawasi pemilih tak dikenal dan ilegal yang mungkin saja dikawal preman bayaran untuk memaksa memilih. Relawan juga harus berani menuntut agar pencoblosan selesai jam 13. Tugas lainnya adalah mengingatkan jangan sampai ada yang bawa HP masuk dalam bilik TPS. Namun yang perlu diingat, semua yang kita lakukan tetap harus sesuai dengan hukum," tuturnya.
Pihaknya di Partai Gerindra memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat arus bawah yang selama ini bekerja dengan tulus dan sangat militan mendukung paslon 1 dan paslon 3 untuk menang.
"Kemenangan sudah di depan mata, namun kita jangan lengah. Selanjutnya para pendukung paslon 1 dan paslon 3 perlu merapatkan barisan dan menuntaskan langkah-langkah perjuangan demi mewujudkan Jakarta yang lebih baik dengan Gubernur baru," tutupnya. (jn)

