logo
×

Jumat, 03 Februari 2017

Kasian, Tak Bisa Membaca Bocah 10 Tahun Dihajar Hingga Tewas

Kasian, Tak Bisa Membaca Bocah 10 Tahun Dihajar Hingga Tewas

IDNUSA - Banyak dari kita mendapat perlakuan yang berbeda-beda untuk dapat disiplin. Meski banyak guru yang menggunakan teknik-teknik tertentu untuk mendisiplinkan muridnya, ada juga pengajar yang memilih memakai kekerasan.

Seorang guru memukul muridnya yang tidak bisa membaca. Pukulan demi pukulan yang diterima Joy Wangari yang baru berusia 10 tahun tersebut mengakibatkan kematian baginya. Guru yang tidak disebutkan namanya itu memukul Joy karena ia tidak bisa membaca. Guru yang mengajar di SD Mukandamia tersebut bahkan mengajak murid lainnya untuk memukul Joy.
 
Salah satu orangtua siswa Mary Wanjiku mengatakan, "Teman sebangku (Joy) diminta untuk mengajarnya membaca dan memukulnya jika ia tidak bisa. Guru tersebut mulai memukul belakangnya ketika anak perempuan itu tidak dapat membaca." 

Setelah menerima pukulan Joy mengeluhkan hal itu kepada kepala sekolah dan meminta pulang lebih cepat. Ia tinggal sendiri dengan neneknya yang sudah berusia 86 tahun.

Seorang tetangga bernama Ann Wairimu mengatakan, "Saya mengunjungi gadis itu di rumah dan ia terlihat sangat lemah dan mengeluhkan jika bagian belakang punggungnya sakit. Ia dipukul oleh guru dan teman sekelasnya."


Empat hari setelah insiden pemukulan, Joy dibawa ke rumah sakit karena sakitnya semakin parah. Saat menjalani perawatan, Joy meninggal di rumah sakit. Guru yang seharusnya bertanggung jawab itu pun bersembunyi setelah tahu kabar kematian Joy.

Wakil Dinas Pendidikan Nairobi Kamemba Kamande menyatakan, "Kami belum mengambil tindakan disiplin apapun namun kami akan mencari guru yang harus bertanggung jawab dan mengambil sikap."

Penganiayaan terhadap siswa bukan kali ini saja terjadi. Orangtua siswa Simon Mureithi mengaku terpaksa harus memindahkan anaknya dari sekolah karena dipukul oleh gurunya. "Saya memindahkan anak saya dari sekolah setelah ia dipukul oleh gurunya. Kita menuntut agar guru-guru seperti itu diganti dengan yang lebih berperikemanusiaan." (ok)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: