IDNUSA - Perhitungan KPU berdasarkan hasil scan C1 untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah rampung 100 persen pada Jumat (17/2). Namun, KPU mengubah presentase perolehan suara pada Sabtu (18/2).
Komisioner KPU DKI Jakarta Mochammad Sidik menyebut ada kesalahan saat memasukkan data sehingga berimbas pada perubahan presentase suara. Sebelumnya, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat meraih 42,91 persen sementara Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraup 40,05 persen dan Agus-Sylvi mencapai 17,05 persen.
 |
| Data dari KPU. (Foto: https://pilkada2017.kpu.go.id) |
Namun, hari ini, perolehan suara berubah, Ahok-Djarot tetap berada di peringkat pertama dengan 42,96 persen. Anies-Sandi tetap berada di peringkat kedua namun perolehan suara berubah menjadi 39,97 persen sementara Agus-Sylvi mencapai 17,07 persen.
Sidik mengatakan petugas KPU melakukan kesalahan saat menginput data di TPS 10, Pela Mampang. "Kemarin, saat memasukkan data 7.266, seharusnya 266. Tidak mungkin sampai ribuan. Jadi murni human error," ujar Sidik ketika dihubungi kumparan di Jakarta, Sabtu (18/2).
 |
| Data dari KPU. (Foto: https://pilkada2017.kpu.go.id) |
Dengan perubahan ini, Ahok-Djarot meraup 2.357.637 suara sementara Anies-Sandi meraih 2.193.636 suara dan Agus-Sylvi mendapatkan 936.609 suara. Jumlah pemilih total 7.218.272 sementara total pengguna hak pilih mencapai 5.563.418. Tingkat partisipasi mencapai 77,1 persen.
 |
| Data dari KPU. (Foto: https://pilkada2017.kpu.go.id) |
Ahok-Djarot tetap unggul di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sementara Anies-Sandi unggul di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
 |
| Data dari KPU. (Foto: https://pilkada2017.kpu.go.id) |
Hasil real count ini berasal dari scan C1 di seluruh TPS di Jakarta yang dikirim KPU Provinsi ke KPU RI di website. Data ini bukan hasil final, karena perhitungan tidak dilakukan secara berjenjang sesuai UU. Sehingga hanya untuk sekedar diketahui lebih cepat. (
kp)