logo
×

Jumat, 17 Februari 2017

Politik Kotor Tingkat TInggi

Politik Kotor Tingkat TInggi

SETELAH selesai pemilihan Gub DKI tgl 15 Peb ini mk gonjang ganjing dukung mendukung makin seru. Dari group petahana yg di wakili dr partai pemenang pemilu yakni PDIP mulai merayu presiden ke 6 RI yakni SBY agar mau mendukung si penista al-Quran n penghina Ulama. Rayuan maut mrk sungguh dahsyat melalui lisannya Eva Sundari. Mrk sangat berharap agar SBY mau belok kiri n gabung dgn PDIP mendukung si penista. Boleh jd krn di politik URAT MALU udah putus mk dgn setengah mengiba berhrp sangat agar Demokrat dukung petahana.

Oh Tuhan … bukankah PDIP lupa bhw ketumnya sangat dendam sama SBY …? Bukankah anggota2 PDIP selalu mengatakan SBY jgn LEBAY n BAPER (ambil istilah anak skr) krn SBY sering curhat di Medsos …? Nah bgmn dgn kasus PENYADAPAN SBY dgn Pak Kyai Ma’ruf Amin …? Yg lebih dahsyat n seru lagi bgmn dgn GRASI Antasari berbuah tuduhan kpd SBY yg terlibat dlm kasus Antasari dlm pembunuhan Nazaruddin …? Dan sejumlah catatan buruk yg ditunjukkan kpd SBY n anaknya Ibas.

Betapa tdk bermartabatnya politikus negeri ini. Mrk menghalalkan segala cara dlm menggapai tujuan mrk. Sumpah serapah, saling membuly, pembunuhan karakter n saling mengancam melapor ke polisi adalah hal yg biasa bagi politisi negeri ini apabila kepentingannya terganggu. Sudah tdk ada rasa malu sedikitpun dlm diri mrk. Pagi bicara A mk sore udah lain yakni bicara

Z. Itulah yg dilakukan oleh para politisi PDIP kpd SBY n anaknya. Apakah partai Demokrat n SBY lupa akan hal ini ……?

Sebagai militer yg berpengalaman n berintegritas SBY gak mungkin akan gabung dgn PDIP dlm mendukung si penista al-Quran. Melihat trak record PDIP yg amat sangat anti SBY terutama ketuanya Megawati rasa2nya amat mustahil SBY akan mendukung si penista utk memenangkan PILKADA DKI ini itupun kalau benar ada putaran kedua.
Apalagi SBY lagi mengorbit anaknya AHY yg pasrah keluar dr karir militernya agar mengikuti kemauan bapaknya terjun ke dunia politik. Sungguh sangat mustahil bin mustahal SBY akan bergabung dgn PDIP mendukung petahana. Gak bs dibayangkan bgmn tingkah pola Megawati duduk disamping SBY sambil menyaksikan petahana kampanye. Seandainya Demokrat jd merapat ke PDIP. Akan jd suatu pemandangan menarik bukaan …? Ini semua bs terjd dlm dunia politik. Tdk ada yg haram dlm perpolitikan di negeri ini SEMUA HALAL yg penting tujuan tercapai.

AHY adalah PEMIMPIN muda Indonesia ke dpn. Dgn modal cerdas, berakhlak baik, guanteng n berwibawa mk AHY layak di perhitungkan oleh para politisi tua negeri ini. PILKADA adalah test case utk meloncat ke dpn. AHY belum berkeringat dlm dunia politik. Dia perlu lebih byk belajar lagi lika liku politik praktis yg penuh dgn nanah n darah. Dia hrs curi ilmu bpknya terutama ilmu strategi dlm berpolitik. Strategi SBY udah terbukti berhasil dgn kalahnya Prabowo dlm PILPRES yg lalu n tdk menangnya petahana dlm putaran pertama. Itu semua strategi SBY yg maut. Gaya SBY spt lagu KILLING ME SOFTLY. AHY hrs belajar itu. Diawal karir politik AHY ini jgn di kotori dgn mendukung si penista utk jd Gub DKI lagi. Bukankah dlm debat kandidat AHY pernah bilang kalau si penista ini tdk ramah dgn wanita n tdk peka dgn persoalan gender …? Bila benar ada terjd dua putaran mk lebih baik AHY mendukung Anis yg mempunyai misi n visi yg sama dlm membangun DKI yg bermartabat tanpa menyakiti rakyat.

Jgn kau AHY kotori awal karirmu di politik dgn menyakiti hati umat Islam negeri ini. Si penista telah menghina kitab sucimu al-Quran n telah memaki2 Ulamamu pantaskah kau akan dukung dia ……? Mari kt lawan bersama2 pencaplok negeri ini.

NKRI, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA adalah HARGA MATI.

Oleh: MOH NAUFAL DUNGGIO
Ketua LDK PWM DKI
Sekretaris KDK MUI PUSAT.


Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: