logo
×

Rabu, 15 Maret 2017

Soal Pencopotan Spanduk Provokatif, Pengamat: Itu Tidak Menjawab Persoalan, Plt Gubernur Harus...

Soal Pencopotan Spanduk Provokatif, Pengamat: Itu Tidak Menjawab Persoalan, Plt Gubernur Harus...

IDNUSA - Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, menilai, aksi bersih-bersih spanduk provokatif yang berisi penolakan untuk menyalatkan jenazah pendukung penista agama, yang dikomandoi Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (Soni), tidak akan menyelesaikan masalah.

Pasalnya kata dia, pemasangan spanduk di sejumlah masjid di DKI itu hanya sebatas reaksi dari rangkaian gejala sosial yang terjadi beberapa bulan terakhir ini.

“Saya kira itu mencopot spanduk tidak menjawab persoalan. Sebaiknya asbabun nuzul (sebab musab) dari pemasangan spanduk apa? Ini yang harus dicari tahu dulu. Kalau hanya copot-mencopot itu urusan gampang,” kata Amir, Jakarta, belum lama ini.

Amir menyarankan, sebaiknya Soni terlebih dahulu berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, untuk mendudukkan masalah sekaligus merumuskan bagaimana langkah-langkah yang tepat.

"Biar tidak terkesan memihak kepada paslon tertentu, Plt Gubernur mestinya menggandeng MUI, DMI dan FKUB DKI. Nanti biar ulama yang menjelaskan kepada masyarakat, bahwa menyalatkan jenazah tidak wajib dilaksanakan di masjid. Tetapi bisa juga di rumah," ujar dia.

Lebih jauh, Amir pun meminta agar pemerintah jernih dan objektif dalam menyikapi masalah yang muncul.

"Jangan konfrontatif dan asal main copot gitu dong, nanti malah ada reaksi lain lagi dari masyarakat," pungkas Amir, seperti diwartakan rmoljabar. (jn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: