
IDNUSA - Menanggapi mega skandal e-KTP yang menyeret sejumlah nama politisi sohor tanah air, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai tidak ada cara untuk mempercayai pemimpin.
Sebaliknya, yang harus dilakukan oleh para pemimpin adalah membuat rakyat percaya kepada mereka.
“Tak ada caranya mempercayai pemimpin. Itu kan tergantung pemimpinnya. Jadi yang ada adalah cara agar pemimpin bisa dipercaya,” kata Mahfud menjawab tanyaan netizen tentang bagaimana cara mempercayai pemimpin dalam akun Twitternya, Senin (13/3/2017).
Dalam kasus e-KTP ini, pakar hukum itu meminta pengungkapan kasus tidak dikaitkan dengan isu politik yang berkembang.
“Pengungkaptuntasan kasus e-KTP tak boleh dikaitkan dengan momentum politik, misalnya moment Pilkada. KPK harus melangkah agar segera jadi penyidikan,” tegasnya.
Seperti diketahui dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, dua pejabat Kemendagri, sejumlah politikus ternama disebut ikut menerima aliran uang suap e-KTP, mulai dari Setya Novanto, Menkumham Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, politisi Marzuki Alie serta puluhan mantan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014.
Dari diduga menjadi korban fitnah, sejumlah nama mengancam akan mengajukan gugatan terhadap KPK. (kn)

