
NUSANEWS, DENPASAR - Hasil autopsi jenazah Richardson S James (63) menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan. Petunjuk ini membuat polisi menduga kematian warga negara (WN) Australia itu dibunuh.
"Hasil autopsi adanya penganiayaan yang menyebabkan kematian. Ada luka diduga penusukan dan benda tumpul juga," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo di Denpasar, Bali, Jumat (12/5/2017).
Hadi menambahkan adanya memar yang diduga diakibatkan cekikan di leher korban. Diduga cekikan itu yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Karena menyumbat pernapasan korban sehingga meninggal dunia," ucap Hadi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aries Purwanto menyatakan adanya temuan jejak kaki di TKP, yakni kamar dari rumah kontrakan yang disewa korban di Jl Danau Poso, Sanur, Bali.
Jejak kaki tersebut tampak berbeda ukuran dengan milik korban sehingga penyidik melakukan pendalaman atas petunjuk jejak kaki dan hasil autopsi tersebut.
"Jejak kaki ditemukan di lantai di dalam rumah. Untuk ukurannya kita cocokkan dengan korban. Untuk sementara tidak ada laporan barang korban yang hilang," kata Aris terpisah.
Richardson ditemukan tewas pada Senin (8/5) lalu dalam kondisi luka-luka. Luka terbuka diduga akibat benda tajam ditemukan di bahu kanan bagian depan dan dahinya. Luka-luka dan memar juga ditemukan di lengan, leher, kepala dan wajah korban.
Bercak darah mengering di kasur tempat jenazah Richardson ditemukan dan di lantai kamar, bersamaan dengan pecahan cermin lemari. Jasadnya ditemukan setelah kerabat Richardson tak bisa menghubunginya sejak Minggu (7/5). (dtk)

