logo
×

Kamis, 25 Mei 2017

Komentari Surat Ahok Soal "Mengampuni", Habiburokman: Bahasa Lu Nylekit Gini, Kenapa Gak Pilih Kalimat yang Adem!

Komentari Surat Ahok Soal "Mengampuni", Habiburokman: Bahasa Lu Nylekit Gini, Kenapa Gak Pilih Kalimat yang Adem!

NUSANEWS, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina ACTA (Advokat Cinta Tanah Air), Habiburokhman turut menanggapi surat terbuka terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagaimana dibacakan Veronica Tan dalam keterangan persnya, Selasa (23/5) kemarin.

Habiburokman dalam akun twitternya mengaku surat tersebut menyakitkan hati.

“Bgm gua mau empati sama lu ? Bahasa lu nyelekit gini! Kenapa gak pilih kalimat yang adem?,” kata Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra itu, Rabu (24/05).

Ia mempermaslahkan kalimat yang digunakan Ahok, “Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara.”

Menurut dia, tidak ada yang harus diampuni karena tidak orang yang salah, bahkan yang sudah jelas bersalah di mata hukum justru Ahok sendiri.

“Apa maksudnya mengampuni? Siapa yang diampuni? Emang salah apa sama lu? Lah lu yg diputus bersalah koq!!!” tulisnya.

Berikut salinan lengkap surat Ahok yang dibacakan oleh Veronica Tan, dalam keterangan persnya, Selasa (23/5) kemarin di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat;

Rumah tahanan Depok,

Minggu, 21 Mei 2017

Kepada para relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai, semua mereka yang menjalani proses demokrasi di mana pun berada.

Saya telah banyak berpikir tentang kejadian yang saya alami.

Saya mau berterima kasih kepada saudara-saudara yang mendukung saya dalam bentuk doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku dan bahkan dengan berkumpul menyalakan lilin.

Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya.

Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara.

Alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat ada unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas.

Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini.

Saya khawatir banyak pihak akan menunggangi jika para relawan unjuk rasa. Apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

Terima kasih untuk unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa.

Kita tunjukan bahwa kita adalah orang yang beriman kepada Tuhan YME, pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.

Gusti Ora Sare, put your hope in the lord, now and always. (Mazmur 131 ayat 3)

Kalau dalam iman saya, saya katakan: the Lord will work out his plans for my life. (Mazmur 138 ayat 8).

BTP

(kn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: