
NUSANEWS, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membatasi jumlah pengaduan dan pendaftaran foto bagi warga Jakarta sejak beberapa hari ini.
Hal tersebut dilakukan Ahok karena ia tak ingin terlalu banyak warga memenuhi kantor Balai Kota untuk sekedar berfoto maupun mengadu kepada dirinya.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan berbeda pendapat. Menurutnya, peran sentral keberhasilan Jakarta sampai saat ini bukan hanya dari Ahok, melainkan kerjasama seluruh perangkat pemerintahan dan masyarakat Jakarta.
"Malah mau dibuat (pengaduan dan foto) sampe kelurahan biar gak superman tapi super tim," ujar Anies Baswedan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu justru menyindir Ahok membatasi kunjungan warganya. Atas hal itu, kedepan Anies ingin kegiatan pengaduan bisa dilakukan di setiap kantor-kantor pemerintahan di Jakarta.
"Yang hebat bukan hanya gubernurnya tapi sampe lurahnya harus hebat," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, antusiasme masyarakat Jakarta mengunjungi kantor Balai Kota kian bertambah untuk melakukan pengaduan dan berdoto bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Namun keinginan warga bertemu Ahok pun pupus. Sebab, sejak hari Jumat (28/4) lalu diberlakukan pembatasan pengaduan dan foto bersama sang Gubernur. Pengumuman itu bertuliskan:
"Pengumuman, pendaftaran pengaduan dilayani s/d pukul 07.30 WIB; max 30 orang & Pendaftaran berfoto dilayani s/d pukul 08.30 WIB; max 1000 orang. Note: Pengaduan dan berfoto dilakukan pagi setiap hari kerja." (ar)

