logo
×

Jumat, 02 Juni 2017

Pelajaran dari Afi, Jangan Ragukan Kekuasaan Sang Pemilik Al-Qur'an

Pelajaran dari Afi, Jangan Ragukan Kekuasaan Sang Pemilik Al-Qur'an


Menurutku Afi itu kuwalat. Di saat ummat Islam mati2an membela Al-Qur'an yg dinistakan, dia malah nulis bhw Al-Quran bukanlah satu²nya sumber kebenaran. Sekarang lgsg ditegur sama Sang Pemilik Al-Quran

Ada banyak pelajaran yg bisa dipetik dari fenomena Afi ini. Kita jd paham bgmn cara kerja media mengorbitkan seseorang. Undang dia terus-menerus di tv dan kampus. Buat efek WOW shg banyak org yg terpesona. Meski kualitas ecek2 tp diberitakan dg bombastis maka org tsb pasti lgsg jd idola di seantero negri.

Efek pencitraan yg dahsyat ini terbukti bisa memukau banyak orang. Bisa mencuci otak orang2 yg manut apa kata media mainstream. Tak memandang umur, entah muda atau tua, semuanya terpesona dg idola baru itu.

Pelajaran lainnya yaitu bhw Alloh Maha Kuasa di atas segalanya. Meski semua media mainstream menyanjung, meski didukung Menag bahkan Presiden, tapi jika Alloh brkehendak membuka kebusukannya, maka terbukalah aibnya di seantero negri.

Kadang manusia lupa bhw di atas langit masih ada langit. Bahwa Alloh-lah penentu segala sesuatu. Meski seluruh manusia berusaha menjadikannya idola, tp jika Alloh tak berkehendak, maka pasti gagal rencana tsb.

Pelajaran selanjutnya adlh jangan sekali2 menghina Al-Quran krn Sang Pemilik Al-Quran pasti akan menjaga kesucian Al-Quran dg caraNya sendiri

Jangan ragukan kekuasaanNya..

Oleh: Widi Astuti

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: