logo
×

Selasa, 11 Juli 2017

Iluni UI Tegaskan Setiap Tetes Darah Warga Negara Jadi Tanggungjawab Presiden

Iluni UI Tegaskan Setiap Tetes Darah Warga Negara Jadi Tanggungjawab Presiden

NUSANEWS, JAKARTA -  Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Badan Hukum mengatakan penikaman membabi buta terhadap Pakar IT ITB Hermansyah atas sikap politiknya bukti gagal melindungi tumpah darah warga negara.

Hal itu terkait pernyataan Hermansyah atas dugaan kasus chat pornografi Habib Rizieq Shihab adalah rekayasa.

“Kasus Penikaman membabi-buta terhadap Hermansyah atas sikap politik yang diambilnya adalah bukti negara gagal melindungi tumpah darah warga negaranya,” kata Sekjen Iluni UI Achmad Nur Hidayat dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (11/7).

Apalagi ini era demokrasi, sambung dia, tidak boleh ada warga negara yang teraniaya karena kebebasan berpendapatnya. Presiden Jokowi harus bekerja keras untuk melindungi prinsip tersebut.

“Presiden Jokowi harus segera pulang ke Indonesia dan bekerja kembali untuk mewujudkan demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat tersebut,” ujar dia.

“Jika terkait dengan darahnya rakyat yang tertumpah maka hal tersebut adalah tanggungjawab presiden. Begitu makna tujuan bernegara dalam pembukaan konstitusi kita,” paparnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa presiden harus menciptakan sistem dimana pelaku kejahatan dapat ditangkap dan diadili secepatnya dan kebebasan berpendapat mendapat jaminan.

“Tidak boleh lagi ada darah yang tertumpa karena perbedaan pandangan politik,” pungkasnya. (akt)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: