logo
×

Senin, 17 Juli 2017

Kejam! Lahirkan Bayi Perempuan, Wanita di India Dipukuli Mertua

Kejam! Lahirkan Bayi Perempuan, Wanita di India Dipukuli Mertua

NUSANEWS, NEW DELHI - Meena Kashyap harus mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari mertuanya hanya karena melahirkan bayi perempuan. Meena diketahui dipukuli secara membabi buta oleh keluarga suaminya dengan menggunakan tongkat kayu.

Tak hanya sang mertua, perempuan berusia 35 tahun itu juga dipukuli oleh kakak ipar dan seorang teman dari iparnya tersebut. Perempuan asal Patiala, Punjab itu dipukuli secara brutal setelah keluarga suaminya menolak bayi yang dilahirkannya.

Keluarga suami Meena, Daljit Singh menuntut perempuan malang itu untuk melahirkan bayi laki-laki. Selain itu, sebagaimana dimuat Daily Mail, Senin (17/7/2017), permasalahan terkait mas kawin yang masih belum terselesaikan semakin memicu kekerasan terhadap Meena.

Keluarga Meena diketahui masih berhutang mas kawin sekira Rp140 juta terhadap keluarga Singh. Sebagaimana diketahui di India, mas kawin dibayarkan oleh pihak perempuan. Sebelumnya Meena sendiri telah melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya namun belum ada tanggapan. Ia diketahui memang kerap mendapat kekerasan dari keluarga suaminya.

Kekerasan yang dialami Meena terabadikan dalam sebuah video dan kemudian menjadi viral. Hal ini kemudian membuat kasus Meena mendapat perhatian dari otoritas setempat.



"Kami telah mengeluhkan masalah ini tahun lalu, tapi tidak ada yang mereka lakukan mengenai hal ini. Putriku telah menikah selama dua tahun dan kini memiliki anak perempuan. Keluarga suaminya terus bertanya dan menagih kekurangan mas kawin," ujar ayah Meena.

Permasalahan terkait isu mas kawin sendiri telah menjadi salah satu hal kontroversial di India. Sebagian besar masyarakat desa masih berpegang teguh dengan budaya yang tak jarang memicu kekerasan tersebut. Permasalahan terkait isu mas kawin kembali menjadi perbincangan hangat di negara yang terkenal dengan industri perfilmannya itu semenjak video Meena beredar. (ok)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: