logo
×

Senin, 17 Juli 2017

Kontribusi Nyata Jurus Rajawali Bangkit Rizal Ramli

Kontribusi Nyata Jurus Rajawali Bangkit Rizal Ramli

NUSANEWS, JAKARTA - Publik pasti ingat dengan "Rajawali Ngepret", jurus ampuh Rizal Ramli dalam mewujudkan misi Nawacita pemerintahan yang bersih selama di pemerintahan Jokowi.

Ternyata, ekonom senior Indonesia ini masih memiliki banyak jurus lainnya. Salah satunya, jurus "Rajawali Bangkit" yang bisa menambah penerimaan keuangan negara melalui revaluasi aset. Jurus ini sukses saat ditetapkan dalam paket kebijakan ekonomi 5 pada oktober 2015 lalu.

"Berbekal modal yang kuat, perusahaan bisa meraup dana segar seperti melalui penerbitan obligasi," begitu kata mantan Menko Maritim itu.

Berdasarkan catatan Ditjen Pajak di tahun 2015, total penerimaan pajak revaluasi aset dinyatakan melampaui target, bahkan dua kali lipat lebih banyak. Penerimaan pajak terealisasi sebesar Rp 20,14 triliun dari target Rp 10 triliun.

Adapun rincian yang terpublikasi adalah PT PLN sebesar Rp 6 triliun, PT PTPN III sebesar Rp 2 triliun, Bank Mandiri Rp 693 triliun, BRI sebesar Rp 240 triliun, dan Garuda Indonesia sebesar Rp 18 triliun.

Sementara itu, aset perusahaan baik pemerintah maupun swasta pasca revaluasi aset mengalami penambahan nilai aset. Seperti aset di 79 BUMN yang revaluasi aset menjadi Rp 5.395 triliun di tahun 2015 dari sebelumnya yang hanya 4.577 triliun di 2014.

Rinciannya yang terpublikasi, PLN mendapat tambahan nilai aset menjadi Rp 600 triliun, Bank Mandiri Rp 23 trilun, BNI Rp 12 triliun, BRI Rp 8 triliun, PT Pindad meraih 5 kali lipat dari aset sekarang, PT Antam Rp 2,3 triliun, BTN Rp 1,5 triliun, Bank Permata Rp 1 triliun, Waskita Karya Rp 400 miliar, Indocement Rp 120 miliar, dan Kedawung Setia Rp 26 miliar.

Sementara itu perusahaan yang belum melakukan revaluasi aset adalah Pertamina. Diyakini jika Pertamina melakukan revaluasi aset, maka aset yang dimiliki bisa melebihi PLN, yang di tahun 2015 hasil revaluasi asetnya mencapai Rp 1.100 triliun. (rm)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: