
NUSANEWS, JAKARTA - Aliansi Nelayan Indonesia (ANI) mengaku sudah dua kali bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tetapi tidak pernah ada solusi atas permasalahan nelayan.
Demikian diungkapan nelayan asal Rembang, Jawa Tengah, Jani disela aksi ANI "Selamatkan Perikanan Indonesia" di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7).
Jani mengakui bahwa hasil tangkapan ikan berkurang sejak diberlakukannya Peraruran Menteri Kelauan dan Perikanan Nomor 2/2015 yang melarang penggunaan cantrang.
"Bukan cuma berkurang, tetapi kadang tidak berangkat (melaut)," ujarnya.
Jelas Jani, anggapan Menteri Susi yang menyebut bahaya cantrang dapat mematikan ikan kecil, menurutnya, sang menteri perlu turun langsung melaut.
"Kalau mau dibilang bunuh ikan kecil kan memang ikan apapun yang tertangkap bisa mati, tapi kan ada ikan yang sampai kapanpun tetap kecil," jelasnya.
Jani berharap aksi kali ini memberikan hasil positif bagi nelayan, dan mereka bisa kembali menggunakan cantrang seperti biasanya.
"Hari ini semoga aja permen itu dicabut, biar sejahterah melaut lah mas," harapnya. (rm)

