
NUSANEWS, JAKARTA - Anggota kepolisian Filipina menyatakan kemarin mereka menemukan jasad tujuh orang diduga diculik oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dua dari mereka konon disekap dan dipancung lantaran dianggap menerobos perkebunan karet milik salah satu pimpinan faksi Abu Sayyaf, Furuji Indama.
Dilansir dari laman RFA, Selasa (1/8), ketujuh jasad itu ditemukan di bagian selatan Pulau Basilan. Namun, menurut Juru Bicara Kepolisian Basilan, Inspektur Tara Leah Cuyco, jenazah itu berada pada daerah terpisah.
Cuyco mengatakan, dua orang itu diduga menerobos ke perkebunan karet Indama. Lantas, menurut laporan diterima polisi, Indama lantas memerintahkan anak buahnya menculik keduanya merupakan operator gergaji mesin karena dianggap merusak perkebunannya.
"Sepertinya motifnya urusan pribadi Furuji," kata Cuyco.
Cuyco mengatakan anggota polisi memastikan dua jasad itu adalah operator gergaji mesin dari pakaian mereka kenakan. Sedangkan lima jasad tanpa kepala juga ditemukan di wilayah lain Pulau Basilan. Identitas mereka belum diketahui, tetapi diduga mereka juga dibunuh oleh Indama. (mdk)

