
NUSANEWS - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengaku telah mendapat pesan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian harus menang di Jawa Barat. Tentunya hal itu memunculkan kecurigaan terhadap netralitas Polri dalam Pilkada serentak nanti.
Apalagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana mengusulkan Asisten Kapolri Bidang Operasi, M Irawan menjadi posisi penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.
Mendengar kabar tersebut, Ketua Tim Pemenangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, Abdi Yuana mengatakan, bahwa pernyataan mantan Kapolda Jabar itu harus di lihat dari berbagai sisi.
“Tapi bagi kami partai yang mengusung Pak Anton, tentunya Pak Anton wajib menang. Enggak ada istilah kalah. Jadi harus dilihat konteksnya,” kata Abdim Rabu (31/1).
Anton menyampaikan calon dari institusi Polri harus menang saat mengikuti acara penetapan cagub-cawagub di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu 7 Januari 2018.
Abdi menjelaskan, pernyataan Anton disalahartikan oleh media yang hadir di acara itu. Ia menekankan bahwa posisi Polri harus netral dalam Pilkada Serentak, termasuk Pilkada Jabar.
“Apakah mendapat dukungan dari institusi Polri? Saya kira jelas, Polri harus netral. Tidak boleh institusi negara dukung,” imbuhnya.
Ketika disinggung kesiapan partai berlambang banteng moncong putih itu menghadapi sebuah konstetasi politik nanti, Andi menyatakan pihaknya siap bertarung guna memenangkan pasangan TB. Hasanudin dan Anton Charliyan.
Abdi pun mengklaim pihaknya sudah memiliki lumbung suara dari 15 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat. Hal itu berdasarkan penghitungan pada Pileg 2014 lalu, di mana partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu berhasil mendulang suara sebanyak empat juta suara.
“Sehingga dengan kekuatan figur cagub dan pengalaman territorial yang dimiliki Kang Anton yang tahu peta Jawa Barat, kami optimis dapat suara tambahan itu sekitar tiga juta lebih. Dengan mendapat suara sekitar 8 juta itu bisa memenangkan Pilgub Jabar,” tuturnya.
Sebelumnya, Polri membantah pernyataan Anton Charliyan terkait dengan pesan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menginstruksikan perwira tinggi polri yang ikut dalam pesta demokrasi diwajibkan untuk menang.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, menekankan bahwa Kapolri tidak pernah berpesan kepada seluruh calon kepala daerah dari Polri untuk wajib menang di Pilkada.
"Saya klarifikasi, Bapak Kapolri tidak pernah perintahkan kepada bakal calon pimpinan daerah dari perwira polri untuk seperti itu," ujar Setyo usai acara latihan menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.
SUMBER

