logo
×

Sabtu, 10 Februari 2018

Usai Bocorkan Nilai Kuliah, Asisten Dosen Ini Mendadak Bikin Surat Maaf untuk Zaadit Taqwa

Usai Bocorkan Nilai Kuliah, Asisten Dosen Ini Mendadak Bikin Surat Maaf untuk Zaadit Taqwa

NUSANEWS - Surat permintaan maaf terbuka untuk Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Zaadit Taqwa, beredar di media sosial.

Surat terbuka diunggah oleh pemilik Twitter, Angga Dito Fauzi, yang sebelumnya membocorkan nilai perkuliahan Zaadit.

Diketahui Angga merupakan seorang asisten dosen, pengajar salah satu mata kuliah yang diambil Zaadit.

Angga menulis permintaan maaf dan klarifikasinya terkait cuitan sebelumnya.

Surat yang bermaterai Rp 6 ribu itu menyatakan permintaan maaf telah memperkeruh suasana.

Angga mengakui tindakannya itu tidak etis secara akademik.

"Yth.warganet Twitter, Dengan maksud baik untuk membuat situasi tidak semakin keruh terkait dengan cuitan saya pada tanggal 2 Februari 2018 sekitar pukul 22.00 WIB,

Berikut saya sampaikan permohonan maaf terbuka saya terkait hal tersebut. Salam damai," tweet Angga disertai foto surat permintaan maaf.

Berikut isi surat permintaan maaf Angga untuk Zaadit.

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si.
tempat dan tanggal lahir : Makassar, 6 Mei 1992
alamat tinggal : Jalan K.H.Ahmad Dahlan No.59 Depok

Menyatakan dan menyampaikan permohonan maaf kepada Sdr. Muhammad Zaadit Taqwa , Ketua BEM UI 2018, dan pihak-pihak terkait sehubungan dengan tindakan saya menyampaikan kepada publik informasi nilai mata kuliah yang diambil oleh Sdr. Muhammad Zaadit Taqwa di Program Studi S1 Fisika FMIPA UI, di mana saya adalah asisten dosen untuk mata kuliah tersebut, melalui media sosial Twitter pada tanggal 2 Februari 2018 sekitar pukul 22.00 WIB, Saya mengakui bahwa tindakan saya tersebut tidak etis secara akademik.

Dengan pernyataan ini, saya berharap semua pihak dapat memaklumi dan membuat permasalahan yang terjadi akibat tindakan saya tersebut tidak menjadi bertambah panjang.

Demikian surat pernyataan permohonan maaf ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa tekanan dari pihak manapun.

Depok, 6 Februari 2018.
Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si."

Setelah mengunggah postingan itu akun Twitter Angga telah dihapus.

Sebelumnya Angga mengkritisi perkataan dan aksi Zaadit kepada Presiden Jokowi.

Zaadit sempat mengkritik Jokowi agar pemerintah menyelesaikan 'pekerjaan rumah' negara.

Hal itu dibalik oleh Angga, ia meminta Zaadit juga sadar diri menuntaskan tugas-tugas kuliahnya.

"Berulang kali dia bilang 'menuntaskan tugas-tugas yang belum selesai'. Hei bung, berapa tugs fiskom yang kau selesaikan kemarin ? Tidak ada,'kan?,"

"Selesaikan dulu tugas fiskommu baru kau bisa berbicara seperti tadi," tulisnya dalam akun @AnggaDFauzi waktu itu.

Selain itu Angga juga membongkar nilai Ketua BEM UI ini.

Rupanya Zaadit menerima nilai nol pada satu mata kuliahnya.

"Fyi, nilai tugas fiskom 2 dia semester kemarin NOL alias tidak mengerjakan tugas sama sekali. Tidk pantas dia berbicara tentang tugas-tugas pemerintah yang belum selesai," tweetnya.


Jadi Bumerang

Cuitan Angga tersebut menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Pasalnya, menurut keterangan dari alumni UI yang bernama Wido Supraha, Zaadit Taqwa sebenarnya tidak jadi mengambil mata kuliah Fiskom sehingga wajarlah nilainya nol.

"Seorang Zaadit Taqwa ternyata diketahui kemudian TIDAK JADI mengambil mata kuliah yang dimaksud oleh asisten dosen berikut, sehingga wajar jika tidak ada nilainya.

Namun menilik isi surat permohonan maaf sang asisten dosen, tidak disebutkan informasi penting tersebut, sementara pencemaran nama baik telah tersebar di dunia maya," tulis pemilik akun Wido Supraha lewat postingannya di Facebook.

Ia juga menambahkan, apabila informasi yang disebarkan Angga pun valid, tapi tetap saja perilakunya tak etis sebagai seorang akademisi di universitas.

"Balada seorang asisten dosen yang terlibat dengan perilaku tidak etis dengan menyampaikan informasi tidak valid, bahkan jika pun valid tidak layak disampaikan sesuai kode etik pendidik," lanjutnya.



Alhasil, berbagai kecaman langsung dilontarkan warganet di lini masa Twitter dan Facebook.

Banyak warganet yang menyayangkan aksi Angga yang tak mencerminkan seorang asisten dosen.

Tak sedikit pula yang menganggap perilaku Angga ini harus dilaporkan ke polisi karena sudah mencemarkan nama baik Zaadit.

Namun ada juga yang meminta Angga untuk merevisi surat permintaan tersebut karena tak dicantumkan mengenai keputusan Zaadit untuk batal mengambil mata kuliah Fiskom.

@herlinakh : kenapa anda tidak menyebutkan dalam surat anda kalau zaadit taqwa TIDAK JADI MENGAMBIL Matkul tersebut sehingga wajar saja nilai2xnya tidak ada, selain tidak etis anda jg melakukan pencemaran nama baik
cc: @kumparan, @univ_indonesia

@eqlgst : Laporan belajar mahsw aja dikirim pake surat bersegel ke ortu masing2. Masa kamu sbg dosen malah ngumbar2? Hati-hatilah dek.

@carriesonspirit : @AnggaDFauzi wah situ parah pak , situ bukan hanya ngawur tapi publik melihat anda pecundang, kl minta maaf jelaskan pula dimana salah anda pak, jgn mengaburkannya , wah parah pak sampean!!

Sementara, hingga berita ini dimuat, akun Angga Dito Fauzi, @AnggaDFauzi sudah menghilang dari lini masa Twitter. (*)

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: