
NUSANEWS - Puluhan Mahasiswa gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (AMPER) menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan kelangkaan premium.
Massa berdemonstrasi sejak sekitar pukul 11.00 WIB Rabu (28/3) dimulai dari Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Dengan membawa sejumlah umbul-umbul aksi berisikan protes, kemudian massa melakukan longmarch menuju ke kantor DPR Aceh.
Sebelum menuju ke gedung DPR mahasiswa memarkirkan semua kendaraan di depan kantor Pertamina wilayah Aceh di jalan Tgk Daud Beureh, Banda Aceh. Mahasiswa sempat berorasi beberapa menit di sana hingga mengejutkan karyawan dan satpam langsung menggembok pintu pagar.
Salah seorang mahasiswa saat berorasi menyampaikan, fenomena kelangkaan BBM jenis premium serta kenaikan harga Pertalite bukan membantu tetapi menyusahkan masyarakat.
![]() |
| Unjuk rasa tolak BBM naik di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan) |
"Peran pemerintah bukan menyengsarakan masyarakat. Tetapi mensejahterakan rakyat," teriak mahasiswa yang berorasi secara bergantian.
Mahasiswa meminta pemerintah tidak semena-mena menaikkan harga BBM, khususnya untuk masyarakat Aceh. Karena tidak semua masyarakat di Aceh termasuk ke dalam orang mampu.
"Aceh masih banyak orang susah, dengan naiknya harga ini maka sama saja pemerintah ingin membunuh rakyat kecil," teriak mahasiswa.
Kelangkaan BBM jenis premium dan kenaikan harga Pertalite sebesar Rp. 200 rupiah per liter, pemerintah berdalih naiknya BBM karena kenaikan harga minyak dunia.
![]() |
| Unjuk rasa tolak BBM naik di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan) |
Koordinator aksi, Alfian Rinaldi mengatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekitar 5 Maret 2018 lalu menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif dasar listrik dan BBM hingga 2019.
"Tetapi kenyataannya hari ini pemerintah sudah mengingkari pernyataan itu," ujarnya.
Kenaikan harga BBM berdampak buruk di berbagai sektor perekonomian. Seperti kenaikan harga barang, pemutusan hubungan kerja karena biaya produksi terlalu mahal. Serta berdampak biasa kriminalitas karena biaya hidup mahal.
"Cepat atau lambat dampak itu akan dirasakan oleh masyarakat terutama rakyat kecil," ucap Alfian.
![]() |
| Unjuk rasa tolak BBM naik di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan) |
Alfian menyebut kenaikan harga BBM jenis Pertalite ini, pemerintah tidak memberitahukan dan sosialisasi terlebih dahulu soal kenaikan harga ini pada publik.
"Kebijakan ini dilakukan semena-mena, pemerintah cenderung otoriter tanpa terbuka pada rakyat," cetusnya.
Para demonstran mahasiswa ini mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam pengelolaan perminyakan dipertanyakan.
"Keseriusan pemerintah terhadap pengelolaan minyak dan gas untuk kesejahteraan rakyat kecil bukan untuk golongan elit yang mencari keuntungan, pemerintah harus mensejahterakan rakyat atau kembalikan subsidi BBM untuk rakyat kecil," pungkasnya.
SUMBER




