logo
×

Jumat, 30 Maret 2018

Nasib Prabowo Ditentukan di Pilkada Serentak 2018

Nasib Prabowo Ditentukan di Pilkada Serentak 2018

NUSANEWS - Prabowo Subianto dikabarkan masing menimbang-nimbang untuk maju kembali sebagai capres di Pilpres 2019 atau tidak.

Hal itu diyakini karena banyak pertimbangan yang harus diambil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Kondisi tersebut, disebut Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto sebagai hal itu sangat wajar.

Terlebih pencapresan kali ini adalah kali kedua bagi mantan danjen Kopassus itu berlaga di panggung Pilpres.

Demikian disampaikan Andrianto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL (grup pojoksatu.id), Jumat (30/3/2018).

“Prabowo sudah dua maju di Pilpres. Tentu saja ada psikologis war bila ingin maju kembali,” jelasnya.

Salah satu pertimbangan yang mungkin saja dipikirkan adalah kebutuhan logistik yang tak sedikit.

“Untuk maju (capres), tentu butuh logistik besar dan ukuran dukungan rakyat,” bebernya.

Akan tetapi, Andrianto melihat hal lain yang juga bisa jadi menjadi salah satu pertimbangan mantan menantu Presiden Soeharto itu.

Tidak lain adalah gelaran Pilkada Serentak 2018 dimana partai berlambang kepala burung garuda itu menempatkan sejumlah calon-calonnya untuk bertarung.

“Prabowo akan lihat hasil Pilkada bulan Juni ini, karena itu ukuran realistis,” terangnya.

Lebih lanjut, Andrianto menyarankan ada baiknya Partai Gerindra membuka konvens capres seperti yang pernah dilakukan Partai Demokrat pada 2013 lalu.

Sebab, Dengan menggelar konvensi, diyakini bakal bisa memberikan keuntungan bagi Gerindra menaikkan elektabilitas partai.

Terlebih jika para tokoh yang masuk merupakan orang dengan kredibilitas dan kapasitas tinggi.

Diantaranya nama-nama sekaliber Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan ikut bertarung dalam konvensi tersebut.

“Nah para capres konvensi ini harus turut membantu Pilkada, promosiin calon kepala daerah yang didukung Partai Gerindra,” demikian Andrianto.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengungkap bahwa salah satu pertimbangan penetuan cawapres Prabowo adalah kesediaan logistik.

Akan tetapi, adik Prabowo itu memastikan, partainya memiliki logistik yang cukup untuk mengusung capres-cawapres.

Karena itu, deklarasi capres bisa dilakukan sebelum pilkada atau bisa juga setelah pilkada. Akan tetapi, ia menyebut pengumuman cawapres mungkin tidak dilakukan satu paket.

Capres akan diumumkan terlebih dahulu, setelah itu baru disampaikan cawapres yang akan diusung.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: