
NUSANEWS - Pernyataan Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (Cagub NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam Debat Terbuka Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT yang disiarkan salah satu stasiun TV swasta, kerap memunculkan reaksi keras bahkan menjadi polemik di masyarakat.
Pasalnya, di acara tersebut VBL menuding Gubernur NTT Frans Lebu Raya (FLR) tidak paham pariwisata karena tidak mampu mengembangkan budaya lokal. Sementara, bagi sebagian besar masyarakat NTT, FLR masih dihormati, bahkan dikagumi karena saat memimpin NTT, FLR dinilai sangat dekat dengan masyarakat.
Tak hanya itu, menariknya, bukan hanya karena sebagai sosok seorang gubernur, FLR dihormati juga sebagai pemimpin kultural dan tokoh masyarakat yang dinilai telah banyak memberikan teladan bagi masyarakat.
Ketua Ikatan Keluarga Lamaholot NTT Suprianus, menyayangkan pernyataan VBL tersebut karena dinilai telah melukai hati masyarakat NTT, khususnya yang berada di wilayah Lamaholot, Flores Timur (Flotim).
"Bagi kami, apa yang disampaikan VBL dengan mengatakan FLR tidak paham pariwisata dan budaya lokal merupakan penghinaan bagi masyarakat Lamaholot. Dia telah menghina Bapak Frans Lebu Raya yang kami hormati, bahkan kami idolakan," ujar Suprianus di Flotim, NTT, Rabu (11/4/2018).
Atas dasar itu, Suprianus menilai VBL tidak memahami kultur yang ada di Lamaholot. Di mana Gubernur FLR berasal dan dibesarkan di Flotim sehingga cukup memahami aspek-aspek sosial di wilayah tersebut. Sehingga tidak mungkin jika FLR tidak memahami budaya lokal.
"Kalau selama ini saya di Adonara, kebudayaan di sini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. Dan sepertinya VBL tidak memahami kultur tersebut. Karena itu, VBL harus segera meminta maaf, khususnya kepada masyarakat Lamaholot," tegas Suprianus.
Suprianus mengungkapkan, dirinya tahu kalau VBL ini tipe orang yang ceplas ceplos. Seperti diketahui, dulu omongan VBL pernah mengganggu kerukunan umat beragama. "Dan sekarang, dia telah menghina kami juga," ungkap dia.
Karena itu, Suprianus kerap mempertanyakan, kapasitas kepemimpinan VBL tersebut. "Bisa-bisa, omongannya akan banyak menyakitkan orang lain," ujarnya.
Sepeti diketahui, selama ini banyak gambar FLB bersama wakil gubernur (wagub) yang berangkulan dengan Benny K. Harman (BKH) yang beredar di rumah-rumah warga di Lamaholot. Masyarakat menganggap, gambar itu adalah isyarat dukungan Frans Lebu Raya terhadap BKH.
"Kenyataan ini yang barangkali telah menyebabkan VBL kurang nyaman," pungkas Suprianus.
SUMBER

