
NUSANEWS - Pilpres 2019 mendatang bisa saja tak hanya menjadi panggung bagi Jokowi dan Prabowo saja, mungkin ada nama Panglima Besar Front Pembela Rakyat (FPR) Nugroho Prasetyo salah satunya.
Bahkan, Nugroho sampai meminta bantuan kepada Front Pembela Islam untuk memuluskan niatanya menjadi salah satu capres dalam pilpres mendatang.
Nugroho menyatakan, akan menggugat keputusan Presidential Threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Demikian disampaikannya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018).
Dalam hematnya, aturan PT tersebut telah membatasi dan memangkas hak seseorang untuk memilih dan dipilih.
Bahkan, ia mengklaim telah mendapatkan dukungan dari salah satu parpol.
“Kalau ambang batas bisa nol persen dari 16 parpol, salah satunya telah memberikan saya tiket,” terangnya.
Untuk meyakinkan publik akan keseriusannya itu, dirinya pun telah mempersiapkan cawapres pendamping.
“Saya akan berpasangan dengan TNI aktif bintang dua,” kata dia.
Salah satu alasan keputusannya maju sebagai capres karena menilai Presiden Jokowi tak mampu mengakomodasi kepentingan anak bangsa.
Salah satu yang sangat disesalkannya adalah penjualan aset-aset bangsa kepada pihak asing yang semestinya dipertahankan sebagai pemimpin bangsa.
Lebih jauh, ia juga menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah menggadaikan bangsa kepada kepentingan asing.
Atas dasar itu, Nugroho menilai bahwa Undang-undang 1945 harus dikembalikan.
“Presiden terpilih harus memiliki kebenarian mengeluarkan dekrit,” tegas dia.
Untuk memuluskan jalannya sebagai presiden, Nugroho mengaku akan meminta bantuan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Nugroho menganggap, bantuan dari FPI bakal bisa dengan mudah menumbangkan rezim Jokowi.
“Di Indonesia ini ada FPI, sekarang sudah ada FPR. Sekarang saya lagi lagi membayangkan kalau FPI gabung dengan FPR, mungkin gelombangnya akan besar,” ujar Nugroho.
Rencananya, Nugroho sendiri akan mendeklarasikan dirinya sebagai capres pada 6 Juli mendatang di Tuban, Jawa Timur.
Tak hanya itu saja, dalam deklarasi itu, dirinya menegaskan akan menghadirkan minimal dua ribu kader FPR.
Selain itu, Nugraha juga bakal meminta Gerindra, PKS dan PAN untuk ikut mendukung dirinya.
“Solusinya untuk menang Pilpres, gerindra, PKS dan PAN harus merekomendasikan saya,” pungkasnya.
SUMBER

