logo
×

Sabtu, 21 Juli 2018

Bos STC: Wakapolres Kotabaru Membalikkan Fakta

Bos STC: Wakapolres Kotabaru Membalikkan Fakta

NUSANEWS - Direktur Utama PT Sebuku Tanjung Coal (STC), Soenarko membantah keterangan yang disampaikan Wakapolres Kotabaru, Kompol Yusriandi Yusrin.

Menurut Soenarko, ucapan Wakapolres Kotabaru tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Banyak yang tidak sesuai fakta, lahan kami yang direbut, kami diintimidasi dengan kedatangan beberapa orang bersenjata tajam. Tapi di media kami disebut yang membawa senjata tajam. Kok karyawan kami diangkut ke Polres,” kata Soenarko kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.

Soenarko menegaskan, di areal yang disengketakan itu tidak ada izin perkebunan PT MSAM. Masalah terjadi karena tiba-tiba ada warga yang bernama Aji Muksin mengaku memiliki tanah di kawasan itu.

“Warga di sana nggak pernah ada tahu tanah Aji Muksin, tiba-tiba mengaku memiliki tanah. Dan melakukan land clearing. Tentu kami menghentikan land clearing di areal yang sudah kami bebaskan sejak lama," tambahnya.

Soenarko juga mengklaim tidak pernah ada undangan FGD seperti yang disampaikan Wakapolres.

“FGD apa, untuk apa, kapan diadakan FGD, kami yang menjadi korban tidak pernah diundang. Jadi bohong saja itu,” tegasnya.

Soal banyaknya tenaga wakar yang direkrut perusahaan, Soenarko menyebut bahwa areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Sebuku Grup sangat luas.

“Lahan kami sangat luas, 20 ribu hektare lebih, sering diserobot juga. Kami rekrut warga lokal untuk menjaga, di mana salahnya. Kami malah membuka pekerjaan untuk warga sekitar, di mana salahnya. Jadi polisi itu mencari alasan yang nggak masuk akal, dibuat-buat untuk menutupi kebobrokan mereka dalam mengintimidasi kami,” pungkasnya.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: