logo
×

Jumat, 20 Juli 2018

Diprediksi Tak Lolos ke Parlemen, Hanura Malah Bilang Begini

Diprediksi Tak Lolos ke Parlemen, Hanura Malah Bilang Begini

NUSANEWS - Partai Hanura diprediksi tidak akan lolos ke parlemen berdasarkan hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).  Namun, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir menanggapi santai hasil tersebut.

"Dari dulu juga Hanura gagal di survei, tapi lolos dalam pemilihan," ujar Inas kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Lebih lanjut, Inas mencontohkan pada Pemilu 2009 dan 2014. Sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas Hanura di bawah ambang batas Parlemen.

"Tahun 2009 hasil survei nggak lebih dari 1,5 persen dan tahun 2014 nggak lebih dari 2 persen," jelasnya.

Sedangkan Pemilu 2019, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen. Namun Inas yakin, Hanura bisa kembali melenggang ke Senayan. Sebab berdasarkan hasil survei di kalangan internal, kata Inas, elektabilitas Hanura sudah mendekati ambang batas parlemen.

"Hasil survei internal sudah mencapai di atas 3,5 persen," tukasnya.

Survei LIPI digelar pada 19 April-5 Mei 2018 dengan melibatkan 2.100 responden. Margin of error (MoE) survei sebesar +/- 2,14 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut ini elektabilitas parpol berdasarkan survei LIPI yang dirilis pada Kamis (19/7/2018):

1. PDI Perjuangan 24,1 persen.
2. Golkar 10,2 persen.
3. Partai Gerindra 9,1 persen.
4. PKB 6 persen.
5. PPP 4,9 persen.
6. Partai Demokrat 4,4 persen.
7. PKS 3,7 persen.
8. Perindo 2,6 persen.
9. PAN 2,3 persen.
10. NasDem 2,1 persen.
11. Hanura 1,2 persen.
12. PBB 0,7 persen.
13. Partai Garuda 0,2 persen.
14. PSI 0,2 persen.
15. Partai Berkarya 0,2 persen.

Tidak menjawab 26,1 persen.
Tidak memilih (golput) 2 persen.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: