
NUSANEWS - Ada partai politik (Parpol) yang membajak kader parpol lain pada Pemilu 2019 dengan tujuan untuk menguasai Parlemen.
Demikian disampaikan Wakil Sekertaris Jenderal DPP PAN Erwin Izharuddin saat menjadi narasumberb diskusi polemik tema "Colak, Colek, Caleg" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7).
"Kalau hal itu terjadi, keuntungan itu apakah hanya untuk sepihak atau keuntungan untuk rakyat? Sementara yang duduk di sana (Parlemen) sudah dibiayai," ungkapnya.
Erwin menuturkan jika seorang celag dibiayai, dan ketiga caleg tersebut terpilih pasti akan menuruti segala perintah dari parpolnya.
"Sudah tidak bisa ngomong, dibiayai, hanya bisa ngangguk saja," tutur Erwin.
Lanjut Erwin, parpol tersebut tengah berupaya mendapatkan kursi sebanyak-banyaknya, bahkan dikhawatirkan segala cara dihalalkan. Hal ini pun dinilainya sebagai kemunduran demokrasi.
Erwin tidak menyebut secara spesifik parpol mana yang membajak dan dibajak.
Tapi ramai diberitakan, Lucky Hakim loncat pagar dari PAN ke Partai Nasdem pada Pemilu 2019. Dikabarkan, Lucky Hakim yang masih berstatus anggota DPR PAN berani caleg dari Nasdem karena dibayar partai pimpinan Surya Paloh itu sebesar Rp 5 miliar.
SUMBER

