
NUSANEWS - Polisi berhasil menangkap 2 orang yang terlibat dalam tawuran antara suporter Persitara Jakarta Utara, NJ Mania dengan warga Pasar Rebo yang terjadi pada Sabtu (4/8). Akibat tawuran ini, satu warga tewas.
“Sudah diamankan 2 orang, dan semuanya berasal dari Jakarta Utara,” ucap Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra saat dikonfirmasi, Minggu (5/8).
Dari penangkapan itu, polisi menyita 2 buah senjata tajam, yakni parang dan celurit. Saat ini, polisi masih mendalami peran keduanya saat tawuran terjadi.
“Masih diselidiki perannya, masih berjalan terus ini,” kata Tony.
Tony menambahkan, tawuran tersebut terjadi lantaran ada perlawanan dari warga yang tidak terima daganganya dijarah. Akibatnya, terjadi kerusuhan yang menyebabkan 2 korban luka yakni Ariful Huda dan Budi Effendi. Sementara satu orang atas nama William, meninggal dunia.
Kejadian bermula saat sejumlah suporter NJ Mania berangkat dari Stadion Tugu Koja, Jakarta Utara, untuk menyaksikan pertandingan lanjutan Liga 3 di Stadion Brigif 1 Kalisari. Persitara Jakarta Utara bertanding melawan tim ABC Wirayuda.
NJ Mania berangkat pada pukul 12.30 WIB menggunakan 14 kendaraan. Yakni 4 unit Metromini, 1 unit bus Kopami Jaya, 3 unit Kopaja, 2 unit Mikrolet, 1 unit KWK dan 3 unit minibus. Ada 300 orang yang berangkat, dipimpin oleh Farid.
Namun saat melintasi Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Kantor Pajak Pasar Rebo, para suporter tiba-tiba turun ke jalan untuk mengambil makanan dan minuman dari pedagang di sekitar kawasan itu. Tidak terima dengan kelakuan suporter, para pedagang melakukan perlawanan.
Bentrokan antara suporter dan pedagang pun tidak dapat dihindari. Selain satu orang meninggal dunia, dua orang lainnya dilarikan ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan perawatan.
SUMBER

