
NUSANEWS - PRESIDEN Joko Widodo membantah adanya serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia, khususnya ke Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.
Tapi, Jokowi --panggilan Joko Widodo-- mengaku ada sejumlah TKA yang bekerja di kawasan Indonesia Morowali Park.
Jumlah TKA bekerja di kawasan Morowali, ujar Jokowi, tercatat 3.121 orang.
Jumlah itu, kata Jokowi, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pekerja lokal yang mencapai 25.447 orang.
"Berapa banyak sih tenaga kerja asing terutama dari Tiongkok yang bekerja di Indonesia? Apa benar ada serbuan TKA Cina di Morowali, Sulawesi Tengah?" demikian yang tertulis di akun instagram Jokowi, Rabu (8/8/2018) sekitar 8 menit lalu.
Jokowi melalui akun twitternyata pun membantah adanya serbuan tenaga kerja asing asal Tiongkok tersebut.
"Tidak benar ada serbuan jutaan TKA dari Tiongkok di Morowali, Sulawesi Tengahm," tulis Jokowi di akun twitternya.
Menurut Jokowi, jumlah TKA yang bekerja di kawasan industri Morowali hanya 10,9 persen dari seluruh pekerja.
"Standar gaji TKA dan TKI di sana pun sama belaka," ujar Jokowi.
Melalui akun instagram Jokowi, ditambahkan informasi terkait luas kawasan industri tersebut yang mencapai 47.000 hektare.
"Para TKA ini tak melakukan pekerjaan kasar, tapi pengawas atau supervisor. Ada juga yang melakukan pekerjaan teknis untuk menjalankan peralatan yang memerlukan keterampilan khusus," demikian yang tertulis di akun instagram Jokowi.
Jokowi menegaskan, "Jadi, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kabar tentang jutaan tenaga kerja asing menyerbu Indonesia itu cuma rumor belaka."
Simak status Jokowi di akun instagramnya.
@jokowiSebenarnya, berapa banyak sih tenaga kerja asing terutama dari Tiongkok yang bekerja di Indonesia? Apa benar ada serbuan TKA Cina di Morowali, Sulawesi Tengah?
Inilah faktanya: jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ada 3.121 orang. Pekerja lokal 25.447 orang. Jadi, pekerja asing di sana hanya 10,9 persen dari seluruh pekerja.
Kawasan Morowali seluas 47.000 hektare ini merupakan area tambang nikel yang di dalamnya terdapat 16 perusahaan dari hilirisasi feronikel, pengelolaan pelabuhan hingga jasa keamanan.
Para TKA ini tak melakukan pekerjaan kasar, tapi pengawas atau supervisor. Ada juga yang melakukan pekerjaan teknis untuk menjalankan peralatan yang memerlukan keterampilan khusus.
Selama di Morowali, para TKA ini tak boleh keluar dari lokasi kawasan industri.
Para TKA dan TKI yang bekerja di sana mendapatkan gaji yang sama.
Mereka yang lembur akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar sampai 30 persen dari gaji yang diterima.
Perlakuan terhadap TKA dan TKI juga sama belaka, sampai ke makanan untuk mereka yang senilai Rp18.000 per porsi.
Begitulah. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, jumlah TKA di Morowali ditargetkan tinggal lima persen dari total pekerja.
Nah, demi proses alih teknologi dan keahlian pengolahan logam bisa cepat, para TKA ini ditandemkan dengan tenaga kerja lokal. Selain itu, di Morowali juga dibangun politeknik, agar tenaga kerja lokal bisa menggantikan TKA.
Jadi, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kabar tentang jutaan tenaga kerja asing menyerbu Indonesia itu cuma rumor belaka.
Status Jokowi itu kemudian dikomentari sejumlah netizen (warganet).
@novitawulan18Selalu ada fakta dan data real, sehat selalu pak presiden
@renahappy78@yocietambun iya sis mklum otak nya kampreettt kan di cuci mulu jadi Sampe2 di situ2 doang
@gugus_putraMasih belum yakin
@chaerunanchaLangsung sidak.... Tidak mungkin masyarakat mengeluh...
@bdhmn_n@fandu.m.d begitulah indonesia..
@dedecriso@ebimnesti kalo ada lowongan ajuin CV , gitu aja repot .
@de.yatna@rival_suhanda98 yup bau2 kebodohan oposisi nih
@rezahardiansyah75Semangat pak jokowi,mudamudahan bapak terpilih lagi,,amin dari wonosobo jateng
@orangsawah01@nnuzullia itu yang sedang di usahakan , TKA harus menyalurkan ilmunya dulu nanti perlahan mereka minggat
@rizki_fhonnaBohong muluk
@lindaalfarezelKalo kabar orang Di PHK sepihak gimana paka jokowi?? Oooo paaakkkk jkowiii
@roppi.instHarus begini pak. Kedepanya harus ada postingan klarifikasi disertakan data yg akurat utk menjawab isu2/fitnah2 yg digunakan utk menyerang bapak, agar mereka yg termakan fitnah bisa kebuka matanya. Tetap lanjutkan pembangunan yg merata utk Indonesia. #2periode
@muh.taufiqnurhidayatMasa sih pak?
@dewikoriati10Sekedar saran pak, harusnya info2 spt ini lgs disampaikan ketika isu mulai tumbuh, jgn biarkan terlalu lama shg menyebar kemana2, skr udah susah, krn yg ada didlm pikiran orang2 itu ya spt itu lah beritanya. Saat ini kerjaan mrk itu yaa.... berita hoax digoreng, dibumbui, dikemas yg cantik sampai ke masyarakat... Kita semua perlu lbh aktif lg, setiap ada berita hoax lgs kita counter biar ga berkembang.
@vea_77@dwiumbara aduuh..ni org kok baca gak dimengerti yaa..,coba bc baik2 penjelasan pak Jokowi..
@maryanto_980Manusia tidak ada rasa syukurnya hanya nyinyir doang , kerja kerja untuk kemajuan bangsa dan negara
@sigitjatmikoy01Diharapkan dan diperlukan sering update informasi, agar tidak terjadi ketidaksamaan persepsi
Penjelasan Jutaan TKA Serbu Indonesia
Jutaan tenaga kerja asing, khususnya dari Tiongkok, menyerbu kawasan Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah merupakan rumor semata.
Demikian kesimpulan rapat koordinasi antara Kepala Staf Presiden Moeldoko yang bertempat di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, dengan CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park Alexander Barus di Sulawesi Tengah, Selasa (7/8/2018) sore melalui konferensi video.
"Sudah terbukti tadi kan, ternyata tidak seperti yang selama ini digembar-gemborkan ada jutaan tenaga kerja asing dan seterusnya, hoaks," ujar Moeldoko, seusai rapat koordinasi seperti ditulis Kompas.com.
Dalam rapat jarak jauh itu, Alexander Barus menghadirkan sejumlah wartawan yang melakukan investigasi di kawasan industri Morowali.
Barus bahkan mempersilakan para investigator itu mengungkapkan sendiri kepada Moeldoko bagaimana situasi tenaga kerja asing di sana.
David Eka Setiabudi, jurnalis Bisnis Indonesia misalnya. Kepada Moeldoko, ia mengatakan bahwa ada tenaga kerja asing di kawasan industri Morowali.
Namun, jumlahnya sangat sedikit dan mereka bukan bekerja untuk pekerjaan kasar.
"Memang di sini kami menjumpai tenaga kerja asing. Tapi jumlahnya tidak sebanyak yang menjadi rumor selama ini. Mereka pun tidak melakukan pekerjaan kasar, tapi sebagai pengawas atau supervisor," ujar David.
Catatan dari PT Indonesia Morowali Industrial Park sendiri, tenaga kerja asing yang bekerja di wilayahnya berjumlah 3.291 orang.
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta.
Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang) dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang.
Adapun, total jumlah pekerja yang beraktivitas di sana, berjumlah 25.000. Artinya, persentase tenaga kerja asing di sana hanya 10,9 persen dari total tenaga kerja keseluruhan.
Oleh sebab itu, Moeldoko pun meminta agar isu serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia segera dihentikan.
"Saya mohon isu tenaga kerja asing ini tidak dimobilisasi untuk kepentingan politik. Karena kalau untuk kepentingan politik, tidak akan selesai, akan berkembang terus. Setelah ada pemahaman bersama ini, masyarakat jangan resah, jangan terprovokasi, karena tidak seperti yang diisukan," ujar Moeldoko.
Moeldoko juga memastikan pemerintah sangat ketat atas aktivitas pekerja asing di Indonesia. Jika memang ada tenaga kerja asing yang melanggar ketentuan, akan ditindak.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, yakni Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Maritim Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo dan Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung.
Kawasan Morowali mulanya merupakan tambang nikel seluas 47 hektare yang dikembangkan oleh PT Sulawesi Mining Investment (SMI).
Saat ini, sebanyak 16 perusahaan beroperasi di kawasan itu.
SUMBER

