logo
×

Sabtu, 29 September 2018

152 Kali Gempa Susulan hingga Akses Rusak Hambat Bantuan, Ini Faktanya

152 Kali Gempa Susulan hingga Akses Rusak Hambat Bantuan, Ini Faktanya

NUSANEWS - Hingga pukul 19.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mencatat telah terjadi 152 kali gempa susulan di Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempa susulan yang terjadi setelah gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter tersebut tercatat hanya beberapa yang berkekuatan lebih dari 5 SR. Selain itu, data sementara korban jiwa akibat gempa dan tsunami mencapai 384 orang.

Berikut data terbaru terkait gempa di Donggala.

1. Total ada 152 kali gempa susulan

Seorang lelaki mencari barang-barang dari rumahnya yang rusak di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa kuat dan tsunami melanda daerah itu sehari sebelumnya. Hampir 400 orang tewas ketika gempa dan tsunami di Kota Palu.(AFP PHOTO / Bay ISMOYO)

Dilansir dari Antara, pada hari Sabtu (29/9/2018) pukul 19.00 WIB, gempa susulan masih terjadi di wilayah Donggala. Tercatat ada 152 kali gempa susulan yang terjadi.

Kekuatan gempa bervariasi, namun yang lebih dari 5 SR hanya beberapa. Salah satunya gempa susulan pada pukul 17.30 WIB dengan pusat gempa di 1.43 LS dan 120.20 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa berada di 36 kilometer Tenggara Sigi, 60 kilometer Barat Data Poso, 69 kilometer Tenggara Palu, Sulawesi Tengah, dan 96 kilometer Timur Laut Luwu Utara. Gempa tidak berpotensi tsunami.

2. Jumlah sementara korban meningal dunia 384

Seorang pria berusaha mengendarai sepeda motornya melalui lumpur di Pal, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa kuat dan tsunami melanda daerah tersebut. Hampir 400 orang tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).(AFP PHOTO / Bay ISMOYO)

Berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, meningkat menjadi 384 orang.

Selain itu, BNPB mencatat 29 orang hilang dan 540 luka berat.

Data korban tersebut setelah pemutakhiran data yang sebelumnya dirilis BNPB pada pukul 10.00 WIB, yaitu 48 orang meninggal dunia dan 356 orang luka-luka.

" Korban disebabkan gempa dan tsunami," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Saat ini, baru separuh dari jumlah korban meninggal yang berhasil diidentifikasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Sutopo mengatakan, jumlah korban tersebut masih akan bertambah karena hingga saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan.

3. Kendala evakuasi dan pendataan korban

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah) memberikan pemaparan mengenai dampak gempa bumi dan tsunami di kota Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (29/9/2018). Berdasarkan data BNPB hingga pukul 10.00 WIB menyatakan jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di kota Palu sebanyak 48 orang, sementara untuk kota Donggala belum mendapatkan laporan dikarenakan terputusnya jaringan komunikasi, dan diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah.(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, belum seluruh wilayah terjangkau petugas. Hal ini membuat jumlah korban ada kemungkinan akan bertambah.

"Jumlah masih akan terus bertambah karena proses evakuasi terus dilakukan. Belum semua daerah terjangkau petugas," kata Sutopo.

Sementara itu, minimnya alat berat di lokasi bencana membuat proses evakuasi terhambat.

"Alat berat diperlukan, personel Tim SAR perlu ditambah," kata dia. Selain itu, hingga saat ini listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga menghambat komunikasi.

4. Akses jalan rusak, bantuan korban bencana terhambat

Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus. Jumlah korban masih terus didata.(AFP PHOTO/BNPB/HANDOUT)

Jalur akses darat, udara dan laut menuju daerah terdampak gempa masih sulit ditembut oleh petugas atau relawan.

Hal ini membuat aliran bantuan kemanusiaan menjadi terhambat.

"Dengan jalur darat sudah dilakukan sejak semalam tapi karena tidak ada jaringan komunikasi kami tidak bisa dapat laporan dari tim BPBD," kata Kepala Psat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (29/9/2018).

Dilansir dari Antara, TNI sudah menerbangkan tujuh Satuan Setingkat Kompi (SSK) Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Tempur, Batalyon Infantri dan Batalyon Zeni Komunikasi dan Konstruksi.

Namun, pesawat Hercules yang mengangkut pasukan tidak bisa mendarat di Palu. Pasukan terpaksa turun di Makassar dan menggunakan Helikopter Super Puma.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: