logo
×

Kamis, 27 September 2018

Analisa Andi Arief: Perasaan Terdalam Yenny Wahid Tidak Dukung Jokowi

Analisa Andi Arief: Perasaan Terdalam Yenny Wahid Tidak Dukung Jokowi

NUSANEWS - Keluarga KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur akhirnya menentukan sikap degan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 melalui Yenny Wahid.

Hal itu sekaligus menjadi pertanda bahwa penganut ajaran Gusdurian juga bakal merapat untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 itu.

Namun, Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief menganggap dukungan Yenny Wahid dan konsorsium kader Gus Dur itu tidak serius alias tidak bulat.

Hal itu didasari pada pesan tersirat dalam pernyataan dukungan yang disampaikan pemilik nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid.

Demikian disampaikan anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitter pribadinya, ‏@AndiArief__, Rabu (27/9) malam.


“Saya mendengarkan alasan Yeny Wahid mendukung Capres. Alasannya karena mencari pemimpin yang memenuhi basic need atau kebutuhan dasar. Artinya mendukung Capres yang tidak mercusuaris ala infrastruktur,” cuitnya.

Ia meyakini, kendati menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf, tapi tidak sejatinya di dalam hati Yenny.

“Menurut saya perasaan terdalam Yenny tidak mendukung Jokowi,” lanjutnya.

Alasan Yenny dan barisan kader Gus Dur mendukung Jokowi karena mereka mencari pemimpin yang mendengar dan bergerak bersama rakyat, pemimpin yang sederhana cara berpikirnya.

Menurut putri kedua Presiden keempat RI itu, bangsa ini harus dipenuhi hak kebutuhan dasar untuk hidup sejahtera.

Andi Arief menjelaskan, alasan basic need Yenny mendukung Jokowi hanya mengarang, karena Jokowi tidak melakukannya.

“Jokowi secara prinsip tidak menganut pendekatan basic need. Dia secara tidak sadar menganut aliran efek tetesan ke bawah lewat pembangunan mercusuar infrastruktur,” jelasnya.

“Kalau Yenny Wahid mendambakan pemimpin yang menganut basic need bukan Jokowi menurut saya,” tukasnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur, Mahfud MD menyatakan tidak akan memaksa orang khususnya penggemar Gus Dur untuk memilih salah satu capres.


Mahfud diketahui sebagai kader Gus Dur yang juga dekat dengan keluarga Presiden ke-4 RI tersebut.

“Untuk saya sendiri bersepakat dengan Yenny akan melakukan kampanye pilpres yang nyaman. Saya tidak akan mendorong orang memilih (capres), tidak nyaman,” kata Mahfud saat berbincang di salah satu TV swasta nasional, Rabu (26/9).

Kendati demikian, Mahfud berujar tetap akan meyakinkan Gusdurian yang masih bingung memilih siapa di Pilpres 2019.

“Namun nanti saatnya kami berikan pandangan dari beberapa kalkulasi,” ujarnya.

Pasalnya, sambung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, menggunakan hak pilih bagi warga negara Indonseisa suatu keharusan.

“Ya memang harus menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: