
NUSANEWS - Gempa Donggala 7,7 SR membuat runway atau lanadasan pacu Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menganga sepanjang 250 meter.
Bandara Palu ini sempat ditutup sementara. Namun bandara kembali beroperasi seperti sedia kala, meski runway kondisinya retak-retak. Bandara ini beroperasi kembali sejak Sabtu (29/9) siang.
Penggunan Bandara Mutiara SIS Al Jufri palu masih terbatas untuk penerbangan darurat. Adapun pengoperasian Bandara Palu berdasarkan NOTAM atau surat pemberitahuan yang diterbitkan Airnav Indonesia Cabang Utama Makassar.
“Bandara Palu buka hanya untuk penerbangan darurat, SAR, dan medivac kemanusiaan,” kata Koordinator Operasional ATC Airnav Cabang Utama Makassar Yuyun Nugraha melalui keterangan resminya di Makassar, Sabtu (29/9).
Landasan pacu atau runway Bandara Mutiara SIS AL Jufri palu sepanjang 2.250 meter. Usai gempa, 250 meter runway mengalami kerusakan atau keretakan. Sedangkan sisanya dinyatakan bisa digunakan normal. “Runway yang bisa digunakan sepanjang 2.000 meter,” sebut Yuyun.
Sebelumnya, gempa berdampak pada rusaknya sarana komunikasi dan navigasi Bandara Palu. Di antaranya Menara ATC Airnav yang roboh. Airnav Makassar bersama unsur TNI telah mengirimkan tim untuk membantu pemulihan kondisi di sana.
“Tim sedang inspeksi menyeluruh agar dipastikan keselamatan penerbangan terjaga,” pungkas Yuyun.
SUMBER

