logo
×

Rabu, 03 Oktober 2018

Formappi soal Gaji DPR Disumbangkan: Lebih Elok Jika Tunjangannya Juga

Formappi soal Gaji DPR Disumbangkan: Lebih Elok Jika Tunjangannya Juga

NUSANEWS - Dalam sidang paripurna DPR, Selasa (2/10), Fraksi NasDem mengusulkan agar gaji anggota DPR pada bulan Oktober disumbangkan kepada korban bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Usulan tersebut mendapat apresiasi dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi).

"Usulan anggota DPR agar menyumbangkan gaji bulan ini untuk membantu korban bencana di Palu mestinya sesuatu yang mulia. Sebagai manusia, tentu niat menyumbangkan sesuatu untuk membantu sesama merupakan hal mulia," ujar peneliti Formappi, Lucius Karus, kepada kumparan, Rabu (3/10).

Namun, jika harus memberikan kritik, Lucius menilai sumbangan berupa gaji pokok jumlahnya terlalu kecil. Sebab, pendapatan terbesar anggota DPR justru berada di tunjangan bulanan yang mereka terima.

"Kalau mau lebih kelihatan seriusnya, mungkin lebih elok kalau mengusulkan semua tunjangan DPR bulan ini disumbangkan. Itu mungkin akan lebih terlihat serius karena mereka akhirnya tak menerima uang sepersenpun bulan ini dari jatah sebagai anggota DPR demi membantu korban bencana," lanjut dia.

Ia juga menilai, keinginan memberikan sumbangan dari gaji tersebut munculnya tidak spontan dan justru memunculkan keraguan soal ketulusan mereka. Menurutnya, keraguan tersebut juga bertambah karena momentum usulan tersebut muncul di tengah DPR mencoba menarik simpati publik terkait Pemilu 2019.


"Karena usulan menyumbangkan gaji ini bukan sesuatu yang biasa dilakukan DPR, akan tentu saja usulannya kali ini tidak bisa tanpa motif politis sama sekali walau dibungkus dalam aksi kemanusiaan," kata Lucius.

Menurut Lucius, pada akhirnya, masalah ini justru akan menjadi pelajaran penting bagi DPR yang selama ini tidak terlihat serius memperjuangkan aspirasi rakyat. Kondisi ketidakpercayaan yang sudah akut, lanjutnya, akhirnya justru membuat niat baik apapun dari DPR akan diniali sebagai upaya pencitraan atau politis semata.

"Kalau rakyat meragukan rencana mereka menyumbangkan gaji, tentu bukan karena niat itu pada dirinya jelek, tapi dampak ketidakpercayaan terhadap DPR yang sudah melekat lama pada lembaga tersebut," pungkasnya.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: