logo
×

Selasa, 09 Oktober 2018

Kubu Prabowo-Sandi Tuding Pemanggilan Amien Rais Soal Ratna Sarumpaet Itu Politik Tidak Sehat

Kubu Prabowo-Sandi Tuding Pemanggilan Amien Rais Soal Ratna Sarumpaet Itu Politik Tidak Sehat

NUSANEWS - Amien Rais memastikan diri akan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet.

Pemeriksaan kedua itu dilakukan setelah pada Jumat (5/10) lalu, Amien mangkir dari pemeriksaan.

Terbaru, polisi mengagendakan pemanggilan pemeriksaan kedua para Rabu (10/10) besok.

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, bahwa ada itikad baik dari Amien untuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

Akan tetapi, ia menilai persoalan cerita hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet itu semestinya sudah tuntas.

Yakni saat Ketua Presidium Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) itu sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Demikian disampaikan Dahnil usai melakukan pertemuan tertutup Tim Media Komunikasi, Tim Hukum Badan Pemenangan, dan Sekjen Partai pendukung pasangan Prabowo-Sandi di Rumah Pemenang, Jalan Daksa I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

“Bagi kami, sebenarnya kasus kebohongan tersebut sudah selesai ketika Ibu Ratna mengakui kebohongan,” katanya.

Sebaliknya, Dahnil menuding pemanggilan untuk pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu justru bersifat politik.

“Kami pahami panggilan-panggilan itu sebagai upaya politik yang tidak sehat di tengah Pilpres,” tudingnya.

Dahnil menilai, Ratna juga telah menjalani proses hukum atas perbuatan yang telah menyeretnya ke tahanan.

Sehingga, kasus ini tak seharusnya menyeret nama-nama lainnya ke proses hukum.

“Beberapa tokoh-tokoh yang menjadi korban kebohongan (Ratna) justru ada kecenderungan dikriminalisasi,” ujarnya.

Kendati begitu, Dahnil mengaku selaku perwakilan koalisi Indonesia Adil Makmur menghormati proses hukum yang dijalani oleh sejumlah anggotanya.

Dia menyatakan, akan menghadapi persoalan ini dengan penuh suka cita.

“Kami akan dengan senang gembira itu akan memenuhi seluruh panggilan hukum,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur, Habiburokhman memastikan tidak tinggal diam dengan pemanggilan tersebut.

Ia juga memastikan mantan Ketua MPR RI itu akan memenuhi pangilan kedua yang dilayangkan penyidik Polda Metro Jaya.

“Pak Amien Insya Allah tadi menyatakan akan hadir pada hari Rabu yang akan datang,” kata Habiburokhman di tempat yang sama.

Untuk memenuhi panggilan pertamanya itu, pihaknya memastikan Amien tidak akan sendirian.

Habiburokhman memastikan, koalisi Indonesia Adil Makmur bakal terjunkan bantuan advokat untuk mendampingi proses hukum sampai berakhir.

Bahkan, klaim Habiburokhman, jumlah advokat yang diturunkan membantu Amien akan sangat banyak.

Sedikitnya, ratusan advokat telah mendaftar untuk membantu tokoh reformasi tersebut.

“So far ada teman (advokat) yang mendaftar 300 orang dan terus bertambah,” tukasnya.

Untuk diketahui, Amien Rais sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pekan lalu.

Meski sudah memberikan konfirmasi kehadiran, namun akhirnya mantan Ketua MPR RI itu malah tak menampakkan diri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto sendiri menyampaikan bahwa pemanggilan Amien itu sejatinya untuk meminta klarifikasi.

“Penyidik memanggil Pak Amien Rais untuk klarifikasi. Jadi jangan takut dulu, belum-belum udah ketakutan,” kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/10).

Sehingga, Setyo mengimbau agar Amien tidak perlu mengerahkan massa guna mengawalnya dalam pemeriksaan.

Setyo menyarankan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu cukup mengikuti aturan hukum yang berlaku saja.

“Kalau pengerahan massa berarti harus ada pemberitahuan sesuai UU 9/1998,” demikian Setyo.

Pihak kepolisian pun akan memanggil Amien kembali pada pekan ini. Selain itu, kepolisian juga akan memanggil Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: