logo
×

Jumat, 19 Oktober 2018

Masyarakat Jangan Marah DPR Pakai Kaca Antipeluru, Kan Pejabat Negara yang Harus Dilindungi

Masyarakat Jangan Marah DPR Pakai Kaca Antipeluru, Kan Pejabat Negara yang Harus Dilindungi

NUSANEWS - Penembakan DPR RI sampai sejauh ini diketahui terdapat lima lubang bekas peluru di lima ruangan berbeda.

Pertama, di ruang kerja anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan Bambang Heri Purnama dari Fraksi Golkar, pada Senin (15/102018) kemarin.

Kemudian Rabu (17/10/2018) siang, dua lubang peluru kembali didapati.

Yakni di ruang kerja anggota DPR RI yang ditembak tersebut berada di lantai 10, tepatnya ruangan 1008.

Ruangan ini dihuni oleh Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Vivi Sumantri Jayabaya.

Sedangkan ruangan satunya yang juga jadi sasaran penembakan yakni ruang 2003.

Ruangan ini dihuni oleh Anggota DPR Fraksi PAN, Totok Daryanto.

Terakhir, ditemukan juga lubang bekas peluru di ruangan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Khatibul Imam Wiranu, di lantai 9 Gedung Nusantara I.

Pasca kejadian itu, muncul wacana melapisi gedung para wakil rakyat terhormat itu dengan kaca antipeluru.

Pemasangan piranti antisipasi keamanan itu dilakukan dengan pertimbangan menghindari adanya serangan atau insiden peluru nyasar lagi.

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Anthon Sihombing mengatakan, publik tidak perlu sewot dengan wacana pemasangan kaca antipeluru tersebut.

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan, bahwa anggota DPR juga pejabat negara yang harus mendapatkan perlindungan.

Demikian disampaikan Anthon di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

“Jadi kalau ada wacana pakai antipeluru ya biasa-biasa saja,” katanya.

Ia lantas membandingkan dengan gedung-gedung kementerian yang sudah banyak memakai kaca antipeluru dan tak pernah dipermasalahkan.

“Kok (giliran di DPR) langsung semua sewot,” ketus Anthon.

Anthon menambahkan, pemakaian antipeluru di sejumlah departemen itu bukan hal baru. Bahkan, dia menyebut sejak 12 tahun lalu sudah ada.

Bahkan, ujar dia, mungkin saja presiden juga tidak tahu kalau departemen-departemen sudah ada yang menggunakan antipeluru.

Namun, kata dia, ketika DPR juga mewacanakan menggunakan antipeluru banyak yang sensi.

“Seolah-olah buang duit. Itu tidak mahal,” tegasnya.

Dia mengatakan, kejadian peluru nyasar di ruangan anggota DPR ini bukanlah baru pertama kali. Sebelumnya sudah pernah kejadian.


Bahkan, sejak Senin (15/10) hingga Rabu (18/10) sudah enam ruangan yang tertembus peluru.

Terbaru ruangan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon di lantai 6.

Menurut Anthon, kemarin pihaknya sudah rapat dengan kepolisian dan seluruh kesekretariatan jenderal yang ada di parlemen.

Kemudian, sekitar pukul 10.00 tadi pagi, kembali menggelar rapat dengan mengundang pihak yang sama.

“Jadi barusan saya rapat dengan kepolisian untuk tindak lanjut MoU DPR dengan kepolisian agar secepatnya dirampungkan,” katanya.



SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: