
NUSANEWS - Sekitar dua bulan Anies Baswedan sendiri alias 'jomblo' memimpin Ibu Kota tanpa Wakil Gubernur. Sampai detik ini siapa yang akan menjadi Wagub DKI masih menjadi teka-teki dan perdebatan antara partai pengusung Anies.
Kekosongan posisi Wagub mengingatkan pada Gubernur sebelumnya Djarot Saiful Hidayat yang juga memimpin Ibu Kota seorang diri setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersangkut masalah hukum. Djarot lantas menasihati Anies agar segera mendapatkan pendamping.
Walau sama-sama sendiri, Anies ataupun Djarot memiliki perbedaan kenapa bisa 'menjomblo' memimpin Jakarta. Berikut ulasannya:

1. Pimpin Jakarta setelah Ahok mundur
Merdeka.com - Djarot menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Basuki Tjahaja Purnama mengundurkan diri pada 24 Mei 2017 karena masalah hukum. Kemudian dia menjadi Plt Gubernur dan 15 Juni 2017 Djarot dilantik menjadi Gubernur DKI oleh Presiden Jokowi. Djarot tanpa wakil gubernur memimpin Ibu Kota sampai masa jabatan gubernur DKI selesai pada Oktober. Itu menandakan Djarot selama enam bulan menjadi 'jomblo'.
Kekosongan Wagub di era Djarot tidak menjadi masalah karena sisa jabatan Djarot tinggal 6 bulan. Jika merujuk dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wakikota dalam pasal 176 kekosongan jabatan wagub harus segera diisi jika sisa masa jabatan 18 bulan.
"Pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut," bunyi pasal 176.

2. Dua bulan Anies pimpin Jakarta sendiri
Merdeka.com - Secara mengejutkan Sandiaga Uno memutuskan mengundurkan dari posisi Wakil Gubernur DKI setalah memutuskan menjadi calon wakil presiden. Secara resmi Sandi mundur dari kursi Wagub DKI setelah rapat paripurna DPRD DKI pada 27 Agustus 2018. Akibatnya Anies harus memimpin Jakarta seorang diri sampai ada pengganti Sandi.
Sampai saat ini, masih terjadi tarik ulur dari partai pengusung yakni Gerindra dan PKS terkait siapa yang menjadi Wagub. PKS sendiri sudah mengusulkan nama kadernya yakin Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Sedangkan dari Gerindra, ada nama M Taufik ngotot mengincar posisi Wagub.
Jika merujuk UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wakil Walikota. Partai politik pengusung dua calon kepada DPRD. Setelah itu akan dipilih dalam rapat paripurna. "Pada Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota, untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah," bunyi pasal 176.

3. Djarot ke Anies: Jangan lama - lama jomblo
Merdeka.com - Hingga kini Anies masih sendiri, belum ada Wagub yang mendampingi. Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap Anies segera mendapatkan pendamping.
"Jangan lama-lama jomblo," pesan Djarot saat ditemui di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10) malam.

4. Anies minta Djarot berkaca sebelum berkomentar
Merdeka.com - Anies lantas menjawab saran Djarot itu. "Apa ya tanggapannya, sudah berapa lama saya nggak ada Wagub. Pak Djarot berapa lama nggak ada Wagub? ya terus gimana," kata Anies di kawasan Rasuna Said, Jaksel, Jumat (19/10).
"Berkaca dulu sebelum komentar," sambungnya.
SUMBER

