logo
×

Senin, 12 November 2018

Kapolda Bali: Preman Pengecut, Saya Rantai Mereka Menangis, Jagoan Kok Nangis

Kapolda Bali: Preman Pengecut, Saya Rantai Mereka Menangis, Jagoan Kok Nangis

NUSANEWS - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose geram dengan maraknya aksi premanisme yang sempat membuat masyarakat Bali resah.

Tanpa basa-basi, jenderal polisi dengan dua bintang di pundak ini dengan lantang kembali menebar ancaman sekaligus tantangan kepada pelaku aksi premanisme di Bali.

Psywar (Psykological Warfare) bagi aksi premanisme di Bali disampaikan Petrus Golose di sela peresmian patung anti premanisme dan narkoba di depan Monumen Bajra Sandhi Renon.

Di hadapan para petinggi, pejabat, serta tokoh di Bali, Petrus Golose menyebut preman di Bali pengecut.

“Mereka berafiliasi dengan ormas, dan hanya berani menindas rakyat kecil,” ujar Petrus Golose.

Dikatakannya, keberadaan preman di Bali diakui sudah merajalela sejak 20 tahun terakhir. Namun saat dirinya menjabat sebagai kapolda Bali, keberadaan preman makin berkurang.

“Preman adalah pengecut. Beraninya sama rakyat kecil. Beri tau saya kalau mereka mengganggu. Saya rantai mereka menangis. Mana ada jagoan nangis. Jagoan itu gak nangis,” tegas Golose.

Tak hanya itu, sebagai bukti perlawannya memerangi aksi premanisme di Bali, Golose membeberkan bahwa sejauh ini sudah ada 167 kasus premanisme yang sudah ditanganinya.

Selain itu, ada 803 tersangka pungli dan preman yang sudah diamankan.

“Hasil survei yang dilakukan oleh Universitas Indonesia dan Universitas Udayana, Bali menyebut bahwa Polda Bali dipercaya oleh masyarakat Bali,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, kapolda juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang mendukung Polda Bali dalam memberantas premanisme dan narkoba di Bali.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak, mari kita menjadi semeton Bali. Tidak ada itu semeton preman,” tukasnya.

Sepanjang Januari-Oktober 2018, ada 176 kasus premanisme dengan total 803 tersangka kasus premanisme yang ditangani Polda Bali.

Ratusan tersangka itu, terdiri dari para pelaku pungutan liar, pengancaman dan kekerasan.

Selain aksi premanisme, sepanjang 10 bulan, Polda Bali telah menangani sebanyak 894 kasus narkoba, dengan jumlah tersangka sebanyak 1.120 orang.

Mirisnya, dari total 1.120 tersangka, 60 persennya atau sekitar 668 tersangka adalah orang Bali.

“60 persen pelaku narkoba itu adalah orang Bali sendiri,” kata Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose di sela acara peresmian patung anti premanisme dan narkoba di depan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Sabtu (10/11) siang.

Lanjut Golose, angka tersebut membuktikan masih masifnya peredaran narkoba di Bali.

Meski demikian, pihaknya berharap agar ke depan, dengan semakin seriusnya Polda Bali memerangi aksi premanisme dan narkoba, maka angka peredaran narkoba dan premanisme semakin berkurang.

“Saya ingin semua orang Bali terbebas dari narkoba dan premanisme, jadi jangan coba-coba bermain narkoba dan melakukan aksi premanisme di Bali ini,” tegas Golose.

Lebih lanjut, lulusan Akpol 1988 ini juga berharap agar masyarakat terlibat aktif dalam mendukung upaya kepolisian memberantas narkoba dan premanisme.

“Saya mengajak seluruh semeton Bali untuk menjaga Pulau Dewata agar tetap shanti lan jagadhita. Mari kita jaga Pulau Bali dengan sebaik-baiknya sehingga Bali terbebas dari narkoba dan premanisme,” harapnya.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: