
NUSANEWS - Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim menyoroti polemik Peraturan Daerah (Perda) Syariah dan Injil.
Perda tersebut diketahui menjadi momok bagi Partai Solidaritas Indonesia. Ia khawatir diterapkannya perda Syariah dan Injil dapat melahirkan ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di Indonesia.
Menurut Rustam, sikap Grace Natalie sebagai pentolan PSI yang mengkritik Perda Syariah maupun Injil dapat mendulang suara partainya di Pemilu 2019. Rustam memprediksi PSI akan menjadi partai tengah dalam demokrasi di Indonesia.
Selain itu, Rustam menilai kritik yang dilontarkan PSI terhadap Perda tersebut sama saja membela kaum minoritas. Pernyataan ini disampaikan Rustam lewat akun Twitternya.
"Sebetulnya ada kekuatiran bahwa PSI di bawah Grace Natalie akan sukses sebagai partai tengah. Menggaet pemilih dari kaum minoritas dan umat Islam yang moderat dan liberal. Meributkan kritik Natalie soal Perda Syariah malah bisa membuat PSI tambah besar," tulis Rustam.
Sebetulnya ada kekuatiran bahwa PSI di bawah Grace Natalie akan sukses sebagai partai tengah. Menggaet pemilih dari kaum minoritas dan umat Islam yang moderat dan liberal. Meributkan kritik Natalie soal Perda Syariah malah bisa membuat PSI tambah besar.— Voter Education (@RustamIbrahim) November 18, 2018
Pernyataan Rustam pun diamini seorang warganet dengan menggunakan akun @munibasrofi. Dia menilai kritik PSI terhadap Perda Syariah atau Injil membuat heboh lini masa. Hal ini dinilai sebagai promosi PSI yang tidak mengeluarkan biaya.
"Betul .. promosi gratis ..," tulis akun @munibasrofi di kolom komentar.
Diketahui, Ketua Umum PSI Grace Natalie menolak perda, baik injil atau syariah. Hal itu untuk mencegah lahirnya ketidakadilan, diskiriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di Indonesia.
SUMBER

