
NUSANEWS - Rekaman suara yang diklaim Turki menegaskan jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh dengan cara dicekik. Hal tersebut sebagaimana pengakuan jurnalis investigasi di media Turki, Daily Sabah bernama Nazif Karaman saat wawancara dengan Al Jazeera.
Dalam wawancara itu, Karaman mengaku telah mendengarkan rekaman suara tersebut. Ia juga membeberkan isi rekaman dan kalimat terakhir yang diucapkan Khashoggi sebelum tewas.
"Saya tercekik. Jauhkan tas ini dari kepala saya. Saya menderita claustrophobia (takut pada tempat sempit)," kata Karaman menirukan kalimat terakhir yang diucapkan jurnalis 59 tahun itu.
Karaman menjelaskan, proses pencekikan Khashoggi hingga ia menghembuskan nafas terakhir memerlukan waktu hingga tujuh menit.
Lebih lanjut, eksekutor Saudi juga disebut meletakkan kantong di lantai ruangan. Hal itu dimaksudkan agar darah Khashoggi tidak tumpah ke lantai saat proses mutilasi dilakukan.
Masih menurut Karaman, mulitasi dan pemotongan tubuh Khashoggi dilakukan oleh Kepala Forensik Saudi bernama Salah Tubaigy. Diperlukan waktu hingga 15 menit bagi Tubaigy untuk menjadikan tubuh Khashoggi menjadi potongan-potongan.
Selanjutnya, potongan tubuh itu kemudian dimasukkan ke dalam lima kantong besar, lalu dimasukkan ke satu mobil milik Konsulat Saudi.
Karaman juga berbicara tentang cara tim Saudi menghilangkan jejak. Menurutnya, 15 orang yang datang ke Istanbul itu membawa sejumlah bahan dari Saudi. Berikut kami sertakan rekaman wawancara antara Karaman dengan Al Jazeera Mubasher:
رئيس قسم التحقيقات بصحيفة صباح التركية للجزيرة مباشر: استمرت عملية خنق جمال #خاشقجي 7 دقائق pic.twitter.com/dsmPsidEDv— الجزيرة مباشر (@ajmubasher) 10 November 2018
Diwartakan sebelumnya, tim penyidik Turki telah menghentikan proses pencarian jasad Khashoggi meski belum diketahui keberadaannya hingga kini. Namun, proses lainnya terkait kejahatan itu masih akan terus berlanjut.
Kuat dugaan, jasad Khashoggi hancur dengan dilarutkan ke dalam asam hidroflorik dan zat kimia lainnya. Fakta ini sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang pejabat Turki yang enggan disebut identitasnya.
Ia menjelaskan, tim penyidik Turki pada malam hari tanggal 16-17 Oktober tengah menyisir kompleks Konsulat Saudi. Mereka pada awalnya menginginkan akses penuh terhadap sebuah sumur dan kebun di kediaman Konsul Saudi.
Namun, tim Turki tidak mendapat izin untuk mengakses dua lokasi tersebut, dan hanya memperoleh sampel darinya.
Setelah diuji dan diproses, sampel dari kedua tempat tersebut terbukti mengandung asam hidroflorik dan zat kimia lainnya.
SUMBER

