
NUSANEWS - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, politik uang harus dihindari sama sepertinya ujaran kebencian. Hal itu penting karena untuk menentukan calon pemimpin yang baik kedepanya.
"Tentu kita semua menghindari politik uang dan ujaran kebencian. Itu sangat penting. Itu seruan dari sisi demokrasi," ujar JK di Hotel Mercure, Jakarta, Senin (10/12).
Lebih lanjut JK juga menyoroti tentang orang-orang yang berpartisipasi dalam pemilu dengan ongkos politiknya sangatlah mahal. Bahkan, mantan Ketum Golkar ini mencontohkan salah satu penyebab kekalahan Najib Razak dari Mahathir Mohamad di ajang pemilihan perdana menteri Malaysia, salah satunya karena mahalnya biaya politik.
"Saya tanya teman di Malaysia kenapa Najib jatuh, karena biaya pemilu terlalu mahal. Termasuk di dalamnya yang ingin kita hindari dan kita awasi betul money politik dan ujaran kebencian," katanya.
"Biaya politik di Amerika Serikat juga sangat mahal bisa mencapai triliunan. Jadi kalau ingin masuk ke dunia politik dan ikut pemilu tidak ada yang murah," paparnya.
Oleh sebab itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus benar-benar mengawasi supaya tidak ada money politik. Sehingga penyelenggaran hajatan politik tidak ada kecurangan yang terjadi.
"Tentu kita ingin suatu pemilu yang kredible. Kalau ingin dipercaya dan kredible maka haruslah semua aspek diawasi dengan baik," pungkasnya.
SUMBER

