
NUSANEWS - Pembantaian 31 pekerja oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua dinilai janggal.
Sebab, kejadian keji itu sebelumnya tidak pernah terjadi di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
Demikian diungkap Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kagoya ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).
Lenis menilai, pembantaian oleh kelompok yang mengaku sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) itu terkesan aneh.
Pasalnya, semenjak kepemimpinan Jokowi, baru kali ini terjadi tindakan separah itu.
“Mulai tahun 2014, sejak Pak Jokowi ke Papua, sampai 2017, setiap Desember tidak pernah ada insiden di Papua,” kata Lenis.
Karena itu, dirinya curiga ada pihak yang menjadi otak penyerangan tersebut.
“Kejadian kemarin itu enggak pernah terjadi. Makanya saya curiga, siapa yang bermain ini?” ujar Lenis.
Karena itu, Lenis meminta masalah ini diusut tuntas. Ia menilai hanya kepolisian yang mampu mengungkap persoalan tersebut.
“Bagaimana bisa ada peredaran senjata digunung, siapa yang menyuplai, semua harus dikontrol,” pintanya.
Lenis juga tak menampik jika peristiwa keji itu memiliki kemungkinan keterkaitan dengan Pilpres 2019 yang tinggal beberapa bulan lagi.
“Bisa juga terjadi. Termasuk mahasiswa di Jawa ajak demonstrasi, terus ada lawan ormas lagi maju,” jelasnya.
Dalam hematnya, rangkaian peristiwa ini tidak bisa dipandang secara terpisah.
“Ini lingkaran apa? Ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri-sendiri. Makanya kepolisian, BIN, dicek baik-baik persoalan ini,” lanjutnya.
Kendati demikian, Lenis tak memiliki gambaran apapun dan enggan menduga-duga siapa aktor intelektual di balik aksi sadis KKB itu.
Menurutnya, hanya polisi saja yang bisa mengungkapnya. Terlebih ada korban selamat yang bisa dijadikan pintu masuk untuk mengusut kasus itu.
Tak hanya itu, Lenis juga meminta polisi mengungkap dari mana asal-muasal KKB itu mendapatkan senjata.
Akan tetapi, menurutnya, polisi bisa mempelajari jalur distribusi logisttik mereka yang pernah diungkap aparat sebelumnya.
Yang lebih penting lagi, harus usut siapa aktor yang bermain di belakang mereka.
“Saya minta agar persoalan ini selesai, pihak kepolisian tahu, di Wamena pernah ada yang ditangkap pendistribusian logistik (untuk kelompok bersenjata),” katanya.
“Coba ditelusuri dari situ,” ujar Lenis memberi petunjuk.
SUMBER

