
NUSANEWS - Kubu Prabowo-Sandi yang menyoroti penegakan HAM di era kepemimpinan saat ini, dijawab menohok oleh kubu Jokowi-Ma’ruf.
Jurubicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga menyatakan, pemerintah Jokowi menganggap isu HAM menjadi salah satu prioritas pemerintahan saat ini.
Selama empat tahun terakhir, pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Di antaranya adalah hak akses kesehatan dan pendidikan.
Demikian disampaikan Arya Sinulingga di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).
“Jadi tidak hanya soal pelanggaran HAM, tetapi soal bagaimana tegaknya hal-hal mendasar dari kehidupan masyarakat untuk mengakses bagian kehidupan mereka,” kata Arya.
Selain itu, ada sejumlah program pemerintah yang selama ini dijalankan demi memenuhi hak-hak rakyat.
Diantaranya dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sampai program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Untuk urursan agraria, pemerintah juga memberikan sertifikat tanah gratis untuk rakyat. Ditambah dengan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
Karena itu, Arya menyarankan kubu Prabowo-Sandi agar tak usah lagi bicara soal penegakan HAM.
“Lebih baik kawan-kawan sebelah jangan ngomongin HAM, malu kita,” sindir Arya.
Arya lantas kembali melontarkan sindiran dengan menyebut bahwa Jokowi selama ini tidak pernah sekalipu terlibat permasalahan HAM di masa lalu.
Berbeda dengan Prabowo Subianto yang dikenal memiliki persoalan HAM di masa kepemimpinan mantan mertuanya, Soeharto.
“Kalau yang sebelah, Anda tahu itu. Jadi jangan sekali-kali berkelit mengatakan kalau penegakan HAM akan ditegakan,” sindir dia lagi.
Arya pun menekankan, jika kubu koalisi oposisi itu bicara soal HAM, maka sama dengan membuka aib sendiri.
“Itu seperti menepuk air, terpercik wajah sendiri,” tutur Arya.
Sebaliknya, Arya menyarankan kepada kubu Prabowo-Sandi agar menghindari pembicaraan soal HAM.
Sebab, ketika kubu Prabowo- Sandi membicarakan HAM maka hanya akan menjadi bahan tertawaan masyarakat.
“Sadar diri dulu, jangan coba-coba ngomongin itu, malu,” pungkas Arya.
SUMBER

