logo
×

Kamis, 17 Oktober 2019

Menteri Yang Gagal Entaskan Masalah Ekonomi Jangan Dipakai Lagi

Menteri Yang Gagal Entaskan Masalah Ekonomi Jangan Dipakai Lagi

DEMOKRASI.CO.ID - Perekonomian menjadi masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini. Presiden Joko Widodo diharapkan mampu menempatkan orang-orang hebat agar ekonomi tidak lagi nyungsep di periode keduanya.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Parameter Politik, sebanyak 40 persen masyarakat masih mengeluhkan masalah ekonomi, kemiskinan, dan lapangan kerja menjadi masalah utama bangsa.

Atas alasan itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mengingatkan Jokowi untuk merombak total para menteri di pos ekonomi. Sebab, mereka sudah terbukti gagal dalam mengangkat ekonomi Indonesia.

"Ya jangan pakai lagi lah menteri yang tidak mampu mengentaskan ekonomi dengan baik, siapapun itu orangnya," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL di Kantor Parameter Politik di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (17/10).

Menurut Adi, masih banyak sosok yang memiliki kapasitas dan kompeten mengubah kondisi perekonomian Indonesia dari yang buruk menjadi lebih baik.

Perombakan perlu dilakukan dan Jokowi tidak boleh menyepelekan masalah ekonomi. Sebab ekonomi berhubungan langsung dengan nasib rakyat.

"Jadi ini yang ke depan ekonomi, itu lah yang harus di-triger oleh Pak Jokowi, ekonomi itu menjadi persiapan inti yang tidak bisa disepelekan," pungkasnya.

Senada dengan itu, pengamat politik Ray Rangkuti mengingatkan Jokowi untuk mencari tokoh yang memiliki gebrakan ekonomi masuk dalam kabinet. Tokoh tersebut tidak lagi menggantungkan ekonomi Indonesia pada utang.

Salah satu tokoh yang mampu melakukan gebrakan itu, katanya, adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli.

“Orang seperti Bang Rizal Ramli layak dipertimbangkan agar ekonomi kita tidak lagi liberal,” tegasnya. [rm]
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: