logo
×

Selasa, 08 Oktober 2019

Polisi: 3 Perempuan Terlibat Kasus Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng

Polisi: 3 Perempuan Terlibat Kasus Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng

DEMOKRASI.CO.ID - Tiga orang perempuan terlibat dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial yang juga merupakan relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono. "Ada tiga orang (perempuan)," kata dia, seperti dikutip dari VIVAnews.

Meski begitu, polisi tak merinci identitas ketiganya. Polisi hanya menyebut ketiganya terbukti bersalah. Selain ada andil dalam penganiayaan, mereka juga turut merekam dan menyebarkan video dugaan penganiayaan Ninoy.

Maka, selain dikenakan Pasal 170 dan 335 KUHP mereka juga dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Kita kenakan juga ditambah juga UU ITE," ungkap Argo.

Sebelumnya diberitakan, pengurus Dewan Keamanan Masjid (DKM) Al-Falaah mengakui bahwa dua terduga pelaku penganiayaan dan penculikan Ninoy Karundeng, merupakan jemaahnya.

Anggota DKM Al-Falaah, Iskandar, mengatakan, dua terduga yang berinisial RF dan S sering beribadah di Masjid Al-Falaah. Tempat tinggal keduanya pun tak jauh dari lokasi masjid, namun dia enggan merincikan lokasi pasti tempat tinggal keduanya.

"Jemaah sini, iya. RF kan ibu-ibu, jemaah di sini, kadang-kadang ke sini kadang-kadang enggak karena dia ibu-ibu kan jarang jemaah. Tapi kalau yang S nya itu rajin di sini memang," ujar Iskandar saat ditemui di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Jokowi yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria, yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa.

"Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya,"tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Kemudian, Ninoy menjelaskan bekerja di Jokowi App. Ia pun menjelaskan, kedatangannya untuk meliput DPR dan demo. Namun, pria dengan suara berat itu kembali bertanya maksud dari kedatangan Ninoy.

Hal itu lantaran ia mendapati sebuah tulisan dalam laptop milik Ninoy berunsur kata-kata kebencian yang diarahkan kepada tokoh-tokoh.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ninoy mengaku khilaf akan perbuatannya. Tapi, pria tersebut beranggapan, Ninoy tidak khilaf, melainkan memang pekerjaan Ninoy di Jokowi App sengaja membuat hal demikian untuk bisa dibayar dan sebagai ladang pendapatan. [viv]
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: