Ususnya Dipotong karena Ditusuk, Apa Akibatnya bagi Wiranto?
logo

Ususnya Dipotong karena Ditusuk, Apa Akibatnya bagi Wiranto?

Ususnya Dipotong karena Ditusuk, Apa Akibatnya bagi Wiranto?

DEMOKRASI.CO.ID - MENTERI Politik Hukum dan Ham Wiranto dikabarkan telah menjalani operasi pemotongan usus. Hal tersebut dijelaskan oleh Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasil, Mahfud MD, saat menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Skebroto, Jakarta Pusat, Jumat 11 Oktober 2019.

Masyarakat Indonesia pun bertanya-tanya, apakah dampak dari luka tusukan yang sampai memotong usus Wiranto itu tidak akan memperparah kondisinya, atau bisa berakibat fatal?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia, dr. Adisaputra Ramadhinara, mengingatkan bahwa secara umum tidak ada satupun daerah di tubuh yang aman atau paling krusial bila terkena tusukan.

Satu-satunya daerah aman, hanya bagian-bagian tubuh yang sering digunakan untuk menindik. Nah, indikator untuk menjelaskan apakah luka tusukan itu parah atau tidak, hanya bisa dilihat dari kedalaman luka, dan bisa dideteksi dari alat yang digunakan

"Kedalaman luka itu bergantung pada kulit dan lemak pada tubuh seseorang. Ini bila dikaitkan dengan luka tusukan pada bagian perut," terang dr. Adisaputra Ramadhinara, saat ditemui di kawasan Candi Prambanan, DI Yogyakarta.

Kedalaman luka inilah yang kemudian menjadi sangat berkaitan dengan organ-organ vital di dalam tubuh. Seperti diketahui, dalam kasus Wiranto, bagian ususnya dilaporkan harus dipotong dan disambung lagi karena turut mengalami cedera.

Hal senada juga dilontarkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD. Menurutnya, operasi yang dilakukan tim dokter RSPAD terhadap Wiranto memang sangat penting untuk melihat titik atau daerah-daerah mana saja yang mengalami luka parah.

"Apakah operasi ini harus dilakukan? Tentu saja karena kondisinya sudah emergency, dan harus diketahui di mana saja lokasi pendarahan terjadi, serta mengobati infeksi dan memperbaiki kebocoran yang ada," terang dr. Ari Fahrial Syam.

Lebih lanjut dokter Ari menjelaskan, efek dari pemotongan usus akibat luka tusukan tidak akan besar. Ia mengatakan, bila usus halus yang dipotong, maka tidak akan berpengaruh pada kondisi tubuh pasien itu sendiri.

"Bahkan, bila ususnya dipotong sampai 30 cm sekalipun, tidak akan berpengaruh. Dengan catatan usus yang dipotong harus usus halus. Untuk kasus Pak Wiranto sendiri saya tidak tahu usus apa yang dipotong, jadi tidak bisa berkomentar banyak," tegasnya. [okz]
loading...

Rekomendasi Untuk Anda